Terima Kasih – Kata Sederhana Penuh Makna

Terima Kasih - Kata Sederhana Penuh Makna

Terima Kasih – Kata Sederhana Penuh Makna

Terima Kasih – Kata Sederhana Penuh Makna
Manusia adalah makhluk sosial, yang dalam berkehidupannya ia pasti membutuhkan bantuan dan bersinergi dengan orang lain dalam hal apapun dan dimanapun. Dunia ini akan terasa indah bila kita saling menghadirkan kebaikan satu sama lain dengan cara saling membantu dan saling bersinergi. Sehingga wujud kebaikan yang dilakukan orang satu dengan orang lainnya memunculkan ungkapan terima kasih atas kebaikan yang diberikan tersebut. Ungkapan yang sederhana penuh makna ini yang tidak terlepas dalam kehidupan kita sehari-hari.

Ungkapan terima kasih merupakan kata sederhana yang menyimpan kekuatan dan penuh makna. Mengucapkan terima kasih berarti sebagai wujud syukur kita kepada Allah atas apa yang diberikan-Nya dan juga sebagai bentuk menghargai apa yang diberikan orang lain kepada kita. Namun, sudahkah hari ini kita berterima kasih kepada Allah dan orang-orang yang telah membantu dan memberikan sesuatu kepada diri kita??

Terima kasih yang kita ucapkan tidak hanya dikeluarkan pada saat kita diberi hadiah/bantuan berupa materi atau benda saja, tetapi saat ada orang yang selalu memberi kita semangat, nasehat, perhatian itu semua pun salah satu bentuk pemberian. Maka seharusnya kita juga mengucap terima kasih yang penuh ikhlas, karena dengan ucapan itu orang lain akan merasa dihargai karena telah memberikan kontribusi kepada diri kita.

Menjawab ucapan terima kasih juga tidak kalah pentingnya dengan mengucapkan terima kasih. Dengan menjawab ucapan terimakasih dari seseorang, maka orang tersebut juga akan merasa lebih dihargai karena telah mendapatkan respon yang positif dari orang yang berterimakasih kepada kita.

Filosofi Ungkapan Terima Kasih

Ungkapan terima kasih ini sebenarnya memiliki arti yang begitu mendalam, karena mengajarkan sebuah pesan moral, penuh akan makna kehidupan yang sesungguhnya. Tidak sekedar mengajarkan sebuah kesopanan ataupun akhlakul karimah saja. Namun memiliki arti sebuah keseimbangan hidup. Dengan melihat arti kata terima kasih itu saja, sudah dapat kita ketahui makna di dalamnya.

Kata terima kasih ini memang terdiri dari dua kata yaitu kata terima dan kata kasih. Kata terima yang berarti menerima atau dapat kita artikan juga dengan mendapat. Adapun kata kasih dapat kita artikan dengan berbagi atau memberi. Dari sedikit penjelasan arti kata terima kasih diatas, maka dapat disimpulkan bahwa dalam hidup kita diajarkan tidak hanya menerima saja, namun juga harus memberi. Ini sebagai bentuk ketidak sempurnaan kita sebagai makhluk Allah. Dimana dalam menjalani kehidupan ini kita masih membutuhkan orang lain. Karena sesungguhnya kesempurnaan hanyalah milik Nya.

Sebuah pelajaran kehidupan yang penting dalam menjalani kehidupan ini, yang penuh dengan keseimbangan. Bahwa hidup yang sebenarnya tidak hanya menerima saja, namun kita juga harus memberi. Itulah simbol keseimbangan yang sebenarnya. Seperti halnya kehidupan ini dengan adanya siang dan malam, adanya kiri dan kanan. Dalam kehidupan kita diajarkan untuk tidak hanya menerima, namun juga harus berbagi terhadap sesama. Keberadaan kita akan menjadi lebih bermakna jika telah dapat memberikan manfaat untuk orang- orang di sekitar kita. Dalam berbagi pun kita tak perlu menunggu sampai diri kita menjadi seorang jutawan ataupun saudagar kaya. Ini lah point penting yang perlu kita garis bawahi dari ungkapan terima kasih.

Ungkapan terima kasih di Jepang

Ungkapan terimakasih dalam masyarakat Jepang bisa digolongkan dalam salah satu bentuk persalaman atau ‘aisatsu’. Sehingga pernah dijumpai sebuah kalimat “Atatakai kokoro wa aisatsu kara” yang berararti ‘hati yang hangat bermula dari salam’. Ini mengandung arti bahwa hangat tidaknya seseorang dalam kehidupan ini berawal dari ada tidaknya niat seseorang itu untuk mengucapkan kata-kata salam. Hati yang hangat akan secara otomatis berpengaruh dengan sikapnya yang hangat, ramah senantiasa memberikan kedamaian pada setiap orang yang ada di sekitarnya. Sedangkan terimakasih merupakan bagian dari salam tersebut, sehingga oarang yang pandai mengungkapkan terimakasih sesuai dengan kondisi yang ada dapat dinilai sebagai orang yang sangat baik dalam menciptakan hubungan sosial dalam masyarakat.

Pengungkapan rasa terimakasih melalui ucapan merupakan etika dasar dalam masyarakat Jepang. Terlihat jelas dengan praktek kesehariannya yang dapat kita amati bahwa mereka sangat bersungguh-sungguh dalam menyampaiakan rasa terimakasih kepada seseorang. Hal ini bisa nampak pada saat berterimakasih, mereka sering melakukan gerakan membungkukkan badan yang tidak hanya sekali namun berkali-kali. Budaya membungkukkan badan seperti ini disebut dengan budaya ojigi.

Bagaimana pandangan Islam mengenai berterima kasih?

Rasulullah mengajarkan kita untuk selalu berterima kasih kepada sesama yang telah membantu kita karena pada hakikatnya mengucapkan terimakasih atas kebaikan yang telah diberikan orang lain kepada kita adalah sama dengan mengucapkan syukur atas apa yang telah Allah berikan kepada kita.

Rasulullah menjelaskan dalam sebuah hadis yang berbunyi”Barang siapa tidak berterima kasih kepada manusia, dia tidak berterima kasih kepada Allah” (HR. Ahmad, dishahihkan oleh Al-Albani)

Islam juga menganjurkan ucapan terimakasih yang baik adalah ucapan terimakasih yang disertai dengan doa. Ucapan terimakasih yang disertai doa adalah dengan mengucapkan kata “jazaakallah khairan” (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan) sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah dalam hadistnya yang berbunyi “Barangsiapa diperlakukan baik oleh orang lain kemudian ia berkata kepadanya “jazaakallah khairan” (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka ia telah memujinya dengan setinggi-tingginya” (HR. Tirmidzi, Al Albani berkata: “shahih”)

Ucapan “Jazaakallah khairan” adalah jika yang kita mengucapkan terimakasih untuk laki-laki. Untuk perempuan maka kita ucapkan dengan “jazakillah khairan”. Jadi huruf “kaf” dikasrah. Pada ikhwan (bentuk mudzakkar) huruf “kaf” difathah.

Lalu bagaimana cara menjawabnya?
Belum ada hadist yang menjelaskan tentang cara menjelaskannya. Namun beberapa ulama berpedapat kita dapat menjawabnya dengan ucapan “aamiin” atau “afwan”. Wallaahu a’lam bish shawab.

Jika kita belum bisa menghargai pertolongan atau bantuan dari orang lain dengan ungkapan yang mewah atau istimewa, mengucapkan terimakasih merupakan bentuk sederhana dan mudah dilakukan. Dan sudah merupakan sebuah ungkapan yang istimewa dan bermakna.

Jadi sudah siapkah kita untuk menebar kebaikan dengan membiasakan untuk berterima kasih dan membalas ucapan terima kasih dari orang lain?

sumber : http://chintiaharviantyputri-chintiatia.blogspot.co.id/2014/12/terima-kasih-kata-sederhana-penuh-makna.html