ACES incar penjualan senilai Rp 2 triliun tahun ini

ACES incar penjualan senilai Rp 2 triliun tahun ini

JAKARTA. PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) berencana membuka enam gerai baru di sejumlah kota. Perluasan jaringan itu seiring dengan ambisi ACES meraih penjualan senilai Rp 2 triliun sepanjang tahun ini. "Adanya gerai baru diharap dapat meningkatkan penjualan hingga 10%," ujar Imelda. Dari enam gerai yang akan dibuka, empat berada di kawasan Jabodetabek. Dua gerai lainnya masing-masing akan dibuka di Manado, Sulawesi Utara, dan satu lagi di salah satu kota di Jawa Tengah. Emiten ritel itu menyiapkan investasi senilai Rp 4 juta per meter persegi untuk tiap gerai barunya. "Di kuartal I minimal sudah ada satu gerai baru yang beroperasi," kata Imelda Widjojo, Investor Relations ACES, Jumat (14/1). Target pembukaan gerai baru ACES di 2011 tidak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Sepanjang 2010, peritel khusus perkakas yang mengusung slogan The Helpful Place itu juga membuka enam gerai baru. Tiga dari enam gerai yang dibuka ACES tahun lalu berlokasi di Jakarta. Masing-masing berada di Bintaro, Grand Indonesia dan Gandaria City. Tiga gerai lainnya masing-masing berlokasi di Bogor, Bekasi dan Semarang. Dengan pembukaan enam gerai baru di tahun 2010, total toko ACES mencapai 45. Dari 17 departemen yang berada di Ace Hardware, yang menyumbang kontribusi penjualan terbesar adalah departemen peralatan rumah tangga atau houseware. "Porsinya berkisar 15%-16%," imbuh dia. Sekedar catatan, hingga akhir kuartal III tahun 2010, nilai penjualan ACES mencapai Rp 1,15 triliun. Angka itu mencerminkan pertumbuhan 20% year-on-year. ACES juga meningkatkan bisnis ritelnya dengan merambah ke toko mainan anak. Nama gerai mainan anak-anak ACES adalah Toys Kingdom. Hingga akhir 2010, ACES sudah mengoperasikan lima gerai Toys Kingdom di Jabodetabek serta Semarang.   Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/aces-incar-penjualan-senilai-rp-2-triliun-tahun-ini-1

ACES menggandakan omzet dengan gerai baru

ACES menggandakan omzet dengan gerai baru

JAKARTA. PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) memperluas jaring pemasarannya tahun ini dengan membuka enam gerai baru. Perincian lokasi gerai baru ACES adalah, empat di kawasan Jabodetabek serta masing-masing satu di Sulawesi Utara dan Jawa Tengah. Nilai investasi tiap gerai baru itu adalah Rp 4 juta per meter persegi. Peritel alat perkakas ini terbilang gencar berekspansi. Total gerai ACES hingga akhir tahun lalu adalah 45 gerai, bertambah 150% jika dibandingkan jumlah gerai di tahun 2006. Total luas gerai ACES per akhir 2010 130.000 meter persegi (m2), meningkat 152,42% daripada luas gerai di empat tahun lalu. BACA JUGA : ACES incar penjualan senilai Rp 2 triliun tahun ini Gerai baru membuka jalan ACES untuk menuai pendapatan lebih tinggi. "Pertumbuhan penjualan akan terbatas tanpa gerai baru," tutur Jansen Kustianto Sinarmas Sekuiritas, Senin (7/2). Dalam proyeksi Jansen memperkirakan, gerai baru memungkinkan ACES mencetak pertumbuhan penjualan 20% per tahun. Jika hanya mengandalkan gerai lama, pertumbuhan penjualan ACES tahun ini berkisar 10%-12%. Nico Omer Jonckheere, Vice President Research and Analyst Valbury Asia menambahkan, pengelola ACES sudah pas memilih lokasi gerai baru. Kawasan Jabodetabek, Sulawesi Utara dan Jawa Tengah cocok untuk peritel perkakas. "Lokasi-lokasi itu punya potensi pertumbuhan rumah baru atau renovasi yang tinggi," kata dia. Tanpa pesaing Bisnis ritel ACES juga mendapat angin segar dari pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan tahun ini berkisar 6,0%-6,5%. Jansen menilai pertumbuhan ekonomi akan menambah jumlah masyarakat yang berada di kelas ekonomi menengah-atas. Golongan masyarakat itu yang selama ini menjadi pasar ACES. Jansen menghitung, pendapatan ACES sepanjang tahun ini bisa mencapai Rp 2,2 triliun, meningkat 25% daripada estimasi pendapatan untuk tahun 2010. Proyeksi pendapatan ACES di tahun 2011 versi Nico adalah Rp 2 triliun, tumbuh 10% daripada estimasi untuk tahun 2010. Sekadar catatan, manajemen ACES juga menargetkan pendapatan tahun ini Rp 2 triliun. Jansen menghitung rasio harga berbanding laba alias price earning ratio (PER) ACES sudah 24 kali. Angka itu terbilang tinggi karena kebanyakan peritel memiliki PER berkisar 20 kali. Namun Jansen menilai ACES pantas masuk kategori premium karena pertumbuhan margin dan balance sheet yang sehat. "Sulit melakukan perbandingan karena ACES tidak memiliki kompetitor sejenis. Tiap bisnis ritel punya karakter unik," kata dia. Jansen memasang rekomendasi hold dengan target harga Rp 2.700 per saham. Sedang Nico menilai, valuasi yang sudah tinggi akan membatasi potensi kenaikan harga saham ACES. Ia pun menilai, ACES lebih cocok sebagai investasi jangka panjang. Nico merekomendasi hold dengan target harga Rp 2.600 per saham. Sedang Swati Chopra, Analis CLSA Asia Pacific Markets merekomendasikan outperformed dengan target harga Rp 3.100 per saham. Harga ACES, Senin (7/2), Rp 2.500 per saham, menguat 2,04% daripada harga penutupan Jumat (4/2).   sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/aces-menggandakan-omzet-dengan-gerai-baru-1

SisKA Menyajikan Laporan Keuangan dalam Hitungan Detik

SisKA Menyajikan Laporan Keuangan dalam Hitungan Detik

Anda mungkin sudah tahu, untuk mengetahui neraca dan rugi laba perusahaan dibutuhkan waktu 8 jam lebih bila menggunakan perangkat manual, dan 4 jam lebih dengan komputer. Namun lain halnya jika menggunakan program komputer Siska, hanya butuh 7 – 15 detik saja. Ini memungkinkan karena dengan SisKA semua serba otomatis. Sekali input penjualan, otomatis stok berkurang, otomatis piutang bertambah, otomatis jurnal penjualan tercatat, otomatis keluar neraca dan rugi laba.  “Mereka yang biasa lembur untuk membuat laporan keuangan tidak perlu lembur lagi. Ini tentu tidak hanya akan membuat efisiensi perusahaan meningkat. Lebih dari itu, SisKA membantu kebutuhan perusahaan akan suatu informasi yang akurat, cepat, dan tepat serta dapat dijamin kebenarannya untuk membantu pengambilan keputusan. Dengan SisKA semua informasi tersebut bisa tersedia setiap saat ketika dibutuhkan. Jadi, perusahaan dapat mengolah semua data yang ada dan menjadikan suatu informasi yang sangat bermanfaat,” papar Peter Hermanto pemilik SisKA. SisKA mempunyai banyak keunggulan dari program-program lain, di antaranya: Program menggunakan Bahasa Indonesia, sehingga mudah dimengerti dan mudah dipelajari. Bisa diakses dan dipakai secara bersamaan dengan banyak user dengan menggunakan jaringan komputer (Multi User/Client Server). Bisa membatasi otoritas Operator sehingga Operator hanya diijinkan untuk melakukan transaksi transaksi tertentu saja (Multi Level User). Tepat jika dimanfaatkan untuk perusahaan yang mempunyai beberapa gudang stok (Multi Gudang). Selain itu SisKA juga Multi Satuan Stok, Satuan dibagi menjadi tiga tingkatan, sehingga dapat lebih mudah dalam membaca informasi stok. Terintegrasi dengan Keuangan sehingga prosesnya langsung membentuk laporan keuangan, tanpa harus menjurnal ulang setiap transaksi. Laporan yang sudah jadi dapat ditransfer keMs.Excel, sehingga data dapat diolah lagi menjadi informasi yang lebih baik. SisKA juga dapat dimodifikasi sesuai dengan keinginan pemakai program, dan Teruji, karena dibangun dari ide berbagai perusahaan besar dan kecil, sehingga sangat cocok untuk distributor maupun retail. Namun perlu diingat, SisKA hanya akan menghasilkan output yg benar jika data-data yang ada di perusahaan, diinput dengan benar. Dengan berbagai keunggulan tersebut, SisKA sangat cocok untuk distributor atau retail: Sepatu, besi, asesoris, mainan, buku, spare part, handphone, elektronik, apotik, resto, bengkel, hotel dan lainnya. Selain itu, Anda juga tidak perlu khawatir akan mengalami kesulitan, karena SisKA juga menyediakan gratis installasi, training, dan juga menyediakan konsultan akuntansi. Bahkan, SisKA juga merupakan satu-satunya software yang memberi “Garansi Uang Kembali” jika SisKA tidak sesuai dengan yang diharapkan, garansi hanya berlaku 3 bulan, setelah bulan keempat tidak ada garansi uang kembali. Jadi, dapatkan sekarang juga di toko toko komputer terdekat.
SisKA Sistem Komputer Akuntansi Agus Budiawan, S.Kom agusb@kliksiska.com 087831061972 085640117757 085101308001
Sumber : https://simpang5.wordpress.com/2009/06/12/siska-menyajikan-laporan-keuangan-dalam-hitungan-detik/

Perbedaan Pengeluaran Modal vs Pengeluaran Pendapatan

Beberapa waktu yang lalu, saya sempat membuat artikel tentang pengeluaran aktiva (expenditure). Ada kawan sempat bertanya tentang istilah :
"dibebankan atau dikapitalisasi ?"
Dan ternyata beberapa pembaca juga bingung, maksudnya bagaimana ? Baiklah, tulisan kali ini bisa berhubungan dan sedikit menjelaskan,

Capital Expenditure | Pengeluaran Modal

Pengeluaran modal atau yang juga dikenal dengan istilah capex (capital expenditure) merupakan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh aset tetap, menambah kapasitas output aktiva tetap, menambah tingkat keefisienan aktiva tetap, juga memperpanjang umur ekonomis suatu aktiva tetap (manfaat ekonomisnya lebih dari satu tahun buku). Apabilia dilihat dari tingkat material, biasanya, biaya biaya ini dikeluarkan dalam nominal yang cukup material. Selain itu tingkat keseringan pengeluaran modal ini jarang terjadi.
Contohnya:
Biaya yang dikeluarkan dalam pembelian aktiva tetap Biaya-biaya yang dikeluarkan dalam pembelian salah satu atau lebih komponen aktiva tetap Maupun biaya penggantian komponen-komponen aktiva yang perlu diganti
Biaya yang dikeluarkan dengan tujuan mendapatkan manfaat ekonomis dimasa yang akan datang, meningkatkan kapasitas produksi maupun tingkat efisiensi dan juga bisa memperpanjang umur ekonomis atau masa manfaat atas aset tetap.
Misalnya, pembelian mesin produksi, pembelian komponen mesin produksi, meng-upgrade kapasitas mesin produksi, yang umumnya jumlah yang dikeluarkan untuk itu sangat material.
Jadi, pengeluaran modal merupakan pengeluaran yang tidak dibebankan pada saat periode pengeluaran itu terjadi melainkan di KAPITALISASI sebagai aset tetap dalam Neraca. Karena pengeluaran pengeluaran ini diharapkan memberikan manfaat untuk perusahaan di masa yang akan datang ! Kemudian, secara periodik, aset tetap ini dialokasikan sebagai beban penyusutan pada periode mendatang.

Revenue Expenditure | Pengeluaran Pendapatan

Pengertian revenue expenditure atau pengeluaran pendapatan adalah pengeluaran/biaya biaya yang hanya memberikan manfaat ekonomis pada saat PERIODE BERJALAN terjadinya pengeluaran. Pengeluaran ini tidak dikapitalisasi sebagai aset tetap pada neraca tetapi LANGSUNG DIBEBANKAN pada laporan laba/rugi periode berjalan. Dilihat dari nilai materialitasnya, pengeluaran pendapatan ini nilainya cenderung kecil, alias tidak material bagi perusahaan. Manfaat ekonomisnya yang diperoleh tidak lebih dari satu tahun buku. Pengeluaran ini biasanya juga sering terjadi dalam operasional perusahaan dan berulang ulang.
Contohnya seperti pengeluaran pemeliharaan mesin, pembersihan mesin, melumasi mesin agar bisa beroperasi seperti biasanya. Pengeluaran pengeluaran seperti ini biasanya tidak membuat umur ekonomis mesin bertambah, juga tidak bisa meningkatkan kapasitas produksi mesin maupun tingkat efisiensinya Dan nominal yang dikeluarkan cenderung tidak material dibanding perolehan mesin itu sendiri. Pengeluaran seperti ini berulang terjadi dan pencatatannya langsung dibebankan pada periode tersebut.
Namun, jika seandainya ada salah satu komponen mesin yang rusak, misalnya ada beberapa kabel yang harus diganti atau plank yang harus di las dan kerusakannya tidak sampai membuat turun mesin, nilainya tidak material. Maka pengeluaran ini dicatat sebagai beban perbaikan. Tidak dikapitalisasi !
Apa bisa dimengerti ?
Sumber : http://nichonotes.blogspot.co.id/2015/01/perbedaan-pengeluaran-modal-vs.html
 

Terima Kasih – Kata Sederhana Penuh Makna

Terima Kasih - Kata Sederhana Penuh Makna Terima Kasih - Kata Sederhana Penuh Makna Manusia adalah makhluk sosial, yang dalam berkehidupannya ia pasti membutuhkan bantuan dan bersinergi dengan orang lain dalam hal apapun dan dimanapun. Dunia ini akan terasa indah bila kita saling menghadirkan kebaikan satu sama lain dengan cara saling membantu dan saling bersinergi. Sehingga wujud kebaikan yang dilakukan orang satu dengan orang lainnya memunculkan ungkapan terima kasih atas kebaikan yang diberikan tersebut. Ungkapan yang sederhana penuh makna ini yang tidak terlepas dalam kehidupan kita sehari-hari. Ungkapan terima kasih merupakan kata sederhana yang menyimpan kekuatan dan penuh makna. Mengucapkan terima kasih berarti sebagai wujud syukur kita kepada Allah atas apa yang diberikan-Nya dan juga sebagai bentuk menghargai apa yang diberikan orang lain kepada kita. Namun, sudahkah hari ini kita berterima kasih kepada Allah dan orang-orang yang telah membantu dan memberikan sesuatu kepada diri kita?? Terima kasih yang kita ucapkan tidak hanya dikeluarkan pada saat kita diberi hadiah/bantuan berupa materi atau benda saja, tetapi saat ada orang yang selalu memberi kita semangat, nasehat, perhatian itu semua pun salah satu bentuk pemberian. Maka seharusnya kita juga mengucap terima kasih yang penuh ikhlas, karena dengan ucapan itu orang lain akan merasa dihargai karena telah memberikan kontribusi kepada diri kita. Menjawab ucapan terima kasih juga tidak kalah pentingnya dengan mengucapkan terima kasih. Dengan menjawab ucapan terimakasih dari seseorang, maka orang tersebut juga akan merasa lebih dihargai karena telah mendapatkan respon yang positif dari orang yang berterimakasih kepada kita. Filosofi Ungkapan Terima Kasih Ungkapan terima kasih ini sebenarnya memiliki arti yang begitu mendalam, karena mengajarkan sebuah pesan moral, penuh akan makna kehidupan yang sesungguhnya. Tidak sekedar mengajarkan sebuah kesopanan ataupun akhlakul karimah saja. Namun memiliki arti sebuah keseimbangan hidup. Dengan melihat arti kata terima kasih itu saja, sudah dapat kita ketahui makna di dalamnya. Kata terima kasih ini memang terdiri dari dua kata yaitu kata terima dan kata kasih. Kata terima yang berarti menerima atau dapat kita artikan juga dengan mendapat. Adapun kata kasih dapat kita artikan dengan berbagi atau memberi. Dari sedikit penjelasan arti kata terima kasih diatas, maka dapat disimpulkan bahwa dalam hidup kita diajarkan tidak hanya menerima saja, namun juga harus memberi. Ini sebagai bentuk ketidak sempurnaan kita sebagai makhluk Allah. Dimana dalam menjalani kehidupan ini kita masih membutuhkan orang lain. Karena sesungguhnya kesempurnaan hanyalah milik Nya. Sebuah pelajaran kehidupan yang penting dalam menjalani kehidupan ini, yang penuh dengan keseimbangan. Bahwa hidup yang sebenarnya tidak hanya menerima saja, namun kita juga harus memberi. Itulah simbol keseimbangan yang sebenarnya. Seperti halnya kehidupan ini dengan adanya siang dan malam, adanya kiri dan kanan. Dalam kehidupan kita diajarkan untuk tidak hanya menerima, namun juga harus berbagi terhadap sesama. Keberadaan kita akan menjadi lebih bermakna jika telah dapat memberikan manfaat untuk orang- orang di sekitar kita. Dalam berbagi pun kita tak perlu menunggu sampai diri kita menjadi seorang jutawan ataupun saudagar kaya. Ini lah point penting yang perlu kita garis bawahi dari ungkapan terima kasih. Ungkapan terima kasih di Jepang Ungkapan terimakasih dalam masyarakat Jepang bisa digolongkan dalam salah satu bentuk persalaman atau ‘aisatsu’. Sehingga pernah dijumpai sebuah kalimat “Atatakai kokoro wa aisatsu kara” yang berararti 'hati yang hangat bermula dari salam'. Ini mengandung arti bahwa hangat tidaknya seseorang dalam kehidupan ini berawal dari ada tidaknya niat seseorang itu untuk mengucapkan kata-kata salam. Hati yang hangat akan secara otomatis berpengaruh dengan sikapnya yang hangat, ramah senantiasa memberikan kedamaian pada setiap orang yang ada di sekitarnya. Sedangkan terimakasih merupakan bagian dari salam tersebut, sehingga oarang yang pandai mengungkapkan terimakasih sesuai dengan kondisi yang ada dapat dinilai sebagai orang yang sangat baik dalam menciptakan hubungan sosial dalam masyarakat. Pengungkapan rasa terimakasih melalui ucapan merupakan etika dasar dalam masyarakat Jepang. Terlihat jelas dengan praktek kesehariannya yang dapat kita amati bahwa mereka sangat bersungguh-sungguh dalam menyampaiakan rasa terimakasih kepada seseorang. Hal ini bisa nampak pada saat berterimakasih, mereka sering melakukan gerakan membungkukkan badan yang tidak hanya sekali namun berkali-kali. Budaya membungkukkan badan seperti ini disebut dengan budaya ojigi. Bagaimana pandangan Islam mengenai berterima kasih? Rasulullah mengajarkan kita untuk selalu berterima kasih kepada sesama yang telah membantu kita karena pada hakikatnya mengucapkan terimakasih atas kebaikan yang telah diberikan orang lain kepada kita adalah sama dengan mengucapkan syukur atas apa yang telah Allah berikan kepada kita. Rasulullah menjelaskan dalam sebuah hadis yang berbunyi"Barang siapa tidak berterima kasih kepada manusia, dia tidak berterima kasih kepada Allah" (HR. Ahmad, dishahihkan oleh Al-Albani) Islam juga menganjurkan ucapan terimakasih yang baik adalah ucapan terimakasih yang disertai dengan doa. Ucapan terimakasih yang disertai doa adalah dengan mengucapkan kata "jazaakallah khairan" (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan) sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah dalam hadistnya yang berbunyi "Barangsiapa diperlakukan baik oleh orang lain kemudian ia berkata kepadanya "jazaakallah khairan" (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka ia telah memujinya dengan setinggi-tingginya" (HR. Tirmidzi, Al Albani berkata: "shahih") Ucapan "Jazaakallah khairan" adalah jika yang kita mengucapkan terimakasih untuk laki-laki. Untuk perempuan maka kita ucapkan dengan "jazakillah khairan". Jadi huruf "kaf" dikasrah. Pada ikhwan (bentuk mudzakkar) huruf "kaf" difathah. Lalu bagaimana cara menjawabnya? Belum ada hadist yang menjelaskan tentang cara menjelaskannya. Namun beberapa ulama berpedapat kita dapat menjawabnya dengan ucapan "aamiin" atau "afwan". Wallaahu a'lam bish shawab. Jika kita belum bisa menghargai pertolongan atau bantuan dari orang lain dengan ungkapan yang mewah atau istimewa, mengucapkan terimakasih merupakan bentuk sederhana dan mudah dilakukan. Dan sudah merupakan sebuah ungkapan yang istimewa dan bermakna. Jadi sudah siapkah kita untuk menebar kebaikan dengan membiasakan untuk berterima kasih dan membalas ucapan terima kasih dari orang lain? sumber : http://chintiaharviantyputri-chintiatia.blogspot.co.id/2014/12/terima-kasih-kata-sederhana-penuh-makna.html

TERIMA KASIH dalam Berbagai Bahasa,Bahasa Asing,Bahasa Suku/Daerah

TERIMA KASIH dalam Berbagai Bahasa, TERIMA KASIH dalam Berbagai Bahasa,Bahasa Asing,Bahasa Suku/Daerah Bahasa Asing 1. Bahasa Inggris : Thank You, Thanks, Thank You Very Much 2. Bahasa Prancis : Merci, Merci beaucoup 3. Bahasa Jerman : Danke 4. Bahasa Spanyol : Gracias 5. Bahasa Jepang : Arigato, Arigato Gozaimasu, Arigato Gozaimashita 6. Bahasa Belanda : Dank Je 7. Bahasa Italia : Grazie 8. Bahasa Portugis : Obrigado 9. Bahasa Korea : Gamsa-hamnida 10. Bahasa Mandarin : Xie-xie 11. Bahasa Arab : Syukron 12. Bahasa Ibrani : Toda 13. Bahasa Afrika : Dankie, Baie Dankie 14. Bahasa Mesir Kuno : Dua Netjer en ek(ke cowo), Dua Netjer etj (ke cewe) 15. Bahasa Yunani : Sas efharisto, efcharisto 16. Bahasa India : Danyavad, Dhanyawaad, Shukriya 17. Bahasa Islandia : Takk, Takk fyrir 18. Bahasa Finlandia : Kiitos, Kiitoksia 19. Bahasa Wales : Diolch yn fawr 20. Bahasa Tagalog : Salamot 21. Bahasa Thai : Khwap khun, khwap khun khrap 22. Bahasa Tibet : Tujechhe 23. Bahasa Scotlandia : Thank ye, Thenk Ye 24. Bahasa Sansekerta : Anugurihiitusomi 25. Bahasa Rumania : Multumesc 26. Bahasa Mandarin : Xie-xie Ucapan Terimakasih Dalam Berbagai Bahasa Afrikaans (Africa) - Dankie Arabic - Sukran Arabic - Shukran Gazillan (Thank you very much) Armenian - shur-nur-ah-gah-lem Australian - Thoinks, Moite! Bengali - Dhannyabad Bulgarian - Blagodaria Bosnia - Hvala tonese - M'goy (sp? -- thank you for the service) Cantonese - Do jey (sp? -- thank you for the gift) Chinese (Mandarin) - Xie_Xie (shieh shieh) Cook Islander - Kia Manuia Croatia - Hvala Czech - Djenkuie (deh'-ku-yih) Danish - tak (tahg) Dutch - dank (dahnk) Estonia - Aitåh Fijian - Vinaka Finnish - kiitos (kee'-toas) French - merci (mehr-see') French - Merci Madame - Thanks (to a woman) French - Merci Mademoiselle - Thanks (to a young girl) French - Merci Monsieur - Thanks (to a man) Gambia (Mandinka) - Abarka German - Danke (dahn'-kuh) German - Danke schoen (literally: nicely thank you, outdated) German - Danke sehr (Thank you very much) German -Vielen Dank (Many Thanks) Greek - Efharisto (ef-har-ris-tou') Greek - Efkaristo poly Guarani - Aguije (ah-we-JAY) native indian language of Paraguay and Western Brazil Guinea (Mandinka) - Abarka Gujarathi (India) - Aabar Hawaiian - Mahalo Hebrew - Toda (toh-dah') Hebrew - Toda raba (thank you very much) Hindi (India National Language) - Dhan-ya-vaad Hindi - Syukriya Hungarian - Köszönöm (kuh'-suh-nuhm) Indonesian - Terima kasih (teh-ri-mah kah-sih) Indonesian - Terima Kasih Banyak (Both pronounced bunyuk - Thank you very much) Italian - Grazie (grahts'-yeh) Italian - Grazie tanto (many thanks - cordial version) Italian - Mille Grazie (a thousand thanks) Japanese - Arigato (ah-ree-gah'-toh) or A_Lea_Ga_Tou_Go_Zai_Ma_Su Japanese - Domo arrigato Javanese - Matur nuwun Jive - Thanks mon - Appropriate only if directed to a male Kannada (India) - Dhan-ya-vaadaa (spoken in S India, in Bangalore, the Silicon Valley of India.) Korean - Kamsa hamaida (kam'-sah hum-nee-dah' ) Latvian - Paldis Lithuanian - Achu Luganda (Uganda) - Waybale (Thank you) Luganda (Uganda) - Waybale Nyo (Thank you very much) Macedonia - Hvala Malayalam (South Indian Language) - Nandi Malayalam (India) - Nani Malaysian - Terima Kasih ("Tay ree ma Kaa seh") Mali (Mandinka) - Abarka Mandinka - Abarka (language of West Africa; The Gambia, Senegal, Guinea and Mali) Maori - Kia Manuia New Zealand - Cheers - LOL New Zealand - Kiaora Koe New Zealand - Kiaora Korua New Zealand - Kiaora Koto New Zealand - Kiaora Tatou New Zealand - Maori Norwegian - Takk (tahkk) Oman - Shakkran Palauan - soolong (Republic of Palau) Paraguay (Guarani) - Aguije (ah-we-JAY) Persian/Farsi - Mam'noon or Mo'teshake'ram (Spoken in Iran, Afghanistan and other Central Asian countries) Philippines Tagalog - Salamat Philippines - Maraming Salamat (thank you very much) Polish - Dziekuje (dsyehn-koo-yeh) Portuguese - Obrigada (Female) Portuguese - Obrigado (Male) (oh-bree-gah'-doh) Portuguese - Muito Obrigado (Thank you very much) Portuguese - Muito Obrigado com Voce (have my personal thanks) Punjabi [ Pakistan and India] - Bhala Hove Qatar - Shakkran Romanian - Multumesc (phonetic: mooltzoomeask) Romanian - Va multumim frumos (great thanks) Russian - Spasiba (spah-see'-boh) Russian - Blagodaryu (a little official) Russian - Premnogo blagodaren (my greater thanks - words said to bosses by workers) Russian - Spasibo balshoye (big thanks) Samoan - Fa'afetai (fah-ah-feh-ta-e - thank you) Samoan - Fa'afetai tele lava (Thank you very much) Samoan - Talofa Saulteaux Indians (Manitoba, Canada) - Miigwech (meegweech) -- there are similar Spellings in other native languages such as Cree, etc. Senegal (Mandinka) - Abarka Serbo - Croat -Hvala South Africa - Dankie South Africa - Baie Dankie (thanks very much) Spanish - Gracias (grah'-syas) Spanish - Gracias a todos (Thank you all) Sundanese - Nuhun Sunda - Hatur Nuhun Swahili - Ahsante (ah-sahn'-teh) Swahili - Ahsante Sana (Thank you very much) Swedish - Tack (tahkk) Swedish - Tack så mycket Tahitian - Maururu Tamil (India) - Nandri ("Nun-dry" spoken in South India, Singapore, Malaysia) Telungu (South Indian Language)- Manjuthe Thai - Kah khun (women) Thai - Kap khun (men) Thai - Kap Khun Krap (thank you very much) Thai - Khap kun kop (more formal and polite) Tibetan - Thuk Ji Chhe Turkish - Tesekkurler ( teh-sheh-keur eh-deh-rim) Turkish - Çok tesekkur ederim (big thanks) Turkish - Sa&Mac221;ol (thank you) Turkish - Sa&Mac221;olun (thank you - "saol") Turkish - Tesekkurler (thanks - "teshekkyurler") U.S. & Canada - Thank You United States (South) - Thanks y'all Ukranian - Dyakuyu Urudu (India) - Shukria Urdu (Pakistan) - Shukria Urdu [Pakistan, India and Bangladesh] - Maherbani Vietnamese - Kam ouen Xhosa (Africa) - Nkosi Yemen - Shakkran Yoruba - Modupe Yugoslavia - Hvala Zulu – Ngiyabonga Bahasa Daerah · Bahasa Jawa : Matur Nuwun · Bahasa Sunda : hatur nuhun, hatur nuhun pisan · Bahasa Jambi : Terimo kasih (beda “a” sama “o” aja) · Bahasa Bali : Matur sukseme · Bahasa Migani (Papua) : Amanai · Bahasa Batak : muliate · Bahasa Sasak : tampiaseh · Bahasa Minang : Tarimo kasi · Bahasa Toraja : kurrusumanga’ · Bahasa Nias : sauweghele · Bahasa Banjar : Tarima Kasih · Bahasa Madura : sakalangkong · Bahasa Kutai : makaseh · Bahasa Manado : makase · Bahasa Aceh : Teurimong Gaseh beh · bahasa Timor dan Timor Leste: Obrigado Barak · Bahasa Maumere : Epanggawang sumber : https://sites.google.com/site/bahasaasingdion/poll

Penyusutan Aset Tetap / Depreciation

Penyusutan Aset Tetap / Depreciation

Penyusutan Aktiva Tetap

Penyusutan - Setelah Aset Tetap diperoleh, maka aset tetap tersebut akan digunakan oleh perusahaan untuk kegiatan operasional dan produksinya. dalam fase ini, perlakuan akuntansi atas aset tetap perusahaan ada beberapa perlakuan, salah satu perlakuan akuntansi Aset Tetap adalah Penyusutan Aset Tetap, selain perlakuan yang lainnya seperti expenditure dan revaluasi aset tetap yang akan saya bahas juga nantinya.
Penyusutan Aktiva Tetap (Depreciation) merupakan konsekuensi dari penggunaan aktiva tetap dimana aktiva tetap akan mengalami penurunan fungsi.
Standar Akuntansi Keuangan menyatakan penyusutan atau depresiasi aset tetap merupakan jumlah yang bisa disusutkan dialokasikan ke setiap periode akuntansi selama massa manfaat aset tetap menggunakan berbagai metode penyusutan yang sistematis. Apapun metode penyusutan yang digunakan, diperlukan konsistensi dalam aplikasinya, tidak berubah ubah, tanpa memandang pertimbangan pajak ataupun tingkat keuntungan perusahaan supaya bisa memberikan daya banding hasil operasional entitas dari beberapa periode.
Dalam bahasa sederhana, penyusutan aset tetap ialah biaya perolehan Aset Tetap yang dialokasikan kepada Biaya Operasional akibat penggunaan aset tetap. atau dengan kata lain biaya yang dibebankan kedalam harga pokok produksi sebagai akibat dari penggunaan aset tetap dalam proses produksi serta operasional entitas secara umum.
Contoh Jurnal Atas Penyusutan Aset Tetap sebagai berikut: Bentuk Jurnalnya :
Debit | Penyusutan Rp xxx
Kredit | Akumulasi Penyusutan Rp xxx
Biasanya dicatat saat tutup buku, besarnya nilai penyusutan tergantung dari beberapa faktor dan Ini dia beberapa faktor yang dapat mempengaruhi besarnya penyusutan.

Faktor Faktor Penyusutan Aktiva Tetap

  • Harga Perolehan [Acquisition Cost]
Faktor yang sangat berpengaruh atas besaran biaya penyusutan adalah harga perolehan atau acquisition cost, saya sudah memposting artikelnya untuk lebih jelasnya silahkan baca: Perolehan Aktiva Tetap
  • Nilai Residu atau Nilai Sisa Aset [Salvage Value]
Nilai Sisa Aset adalah prediksi atau taksiran potensi arus kas masuk bila aset tersebut dijual pada saat penarikan atau penghentian aset. Salvage Value tidak harus/selalu ada, misalnya pada masa penarikannya asetnya tidak bisa dijual atau tidak laku untuk dijual. hanya jadi limbah saja
  • Umur Ekonomis Aset Tetap (Economical Life Time)
Dalam penentuan beban penyusutan, yang dijadikan bahan perhitungan adalah umur fungsional yang biasa dikenal dengan umur ekonomis. Biasanya aset tetap memiliki Dua jenis umur:
  1. Umur fisik Aset Tetap, berhubungan dengan kondisi fisik suatu aset tetap. Suatu aset memiliki umur fisik jika secara fisik aset tetap masih baik kondisinya meskipun mengalami penurunan fungsi.
  2. Umur Fungsional Aset Tetap, berhubungan dengan kontribusi aset tetap tersebut dalam penggunaanya. Aset Tetap masih mempunyai umur fungsional jika aset tetap tersebut masih memberikan manfaat atau kontribusi dalam operasional produksi perusahaan meskipun secara fisik suatu aset tersebut sudah tidak baik Dan atau bahkan jika suatu fisik aset perusahaan masih dikatakan baik, tapi karena tidak berkontribusi bagi perusahaan, maka aset belum tentu memiliki umur fungsional.

Metode Metode Penyusutan Aset Tetap  (Depreciation Method)

  • Metode penyusutan yang berdasarkan waktu yaitu metode garis lurus, metode pembebanan yang menurun yang terdiri dari metode jumlah angka tahun dan metode saldo menurun atau metode saldo menurun berganda.
  • Metode penyusutan berdasarkan penggunaan yaitu metode jam jasa dan metode jumlah unit produksi.
  • Metode penyusutan yang berdasarkan kriteria lainnya yaitu metode berdasarkan jenis kelompok, metode analisis, metode sistem persediaan.
Namun, kebanyakan di Indonesia hanya ada beberapa metode saja yang sering digunakan dalam praktenya, berikut adalah 2 metode penyusutan yang paling sering diaplikasikan karena mudah dan juga relevan dengan perlakuan akuntansi.
Metode Garis Lurus [ Straight Line Method ]
Metode ini menganggap aset tetap akan mengalirkan manfaat yang merata disepanjang penggunaannya, sehingga aset tetap dianggap akan mengalami tingkat penurunan fungsi yang sama besar disetiap periode penggunaan hingga aset tetap tidak dapat digunakan lagi.
Metode ini adalah salah satu metode yang termasuk paling banyak diaplikasikan oleh perusahaan perusahaan di indonesia. Untuk penerapan “Matching Cost Principle”, metode penyusutan garis lurus digunakan untuk menyusutkan aset tetap yang fungsinya tak terpengaruh oleh besarnya volume output yang dihasilkannya, semisal bangunan, peralatan kantor dll
Metode Saldo Menurun [ Declining Balance Method ]
Dalam Metode saldo menurun ini, aset tetap tetap diasumsikan memberikan manfaat terbesarnya pada periode awal masa penggunaan, dan akan mengalami penurunan fungsi yang makin besar di periode-periode berikutnya seiring umur ekonomis aset tetap yang berkurang. jadi semakin lama penggunaan aset tetap maka kontribusinya akan menurun dalam operasional perusahaan. Metode saldo menurun ini cocok diaplikasikan pada aset tetap dimana tingkat ke-aus-annya bergantung dari volume output yang dihasilkan, contohnya mesin produksi.
Untuk contoh soal perhitungan dan penjelasan detail lainnya juga metode metode penyusutan yang lain silahkan baca lanjutan artikel ini di link dibawah ini :
Sumber : http://nichonotes.blogspot.co.id/2014/11/penyusutan-aset-tetap.html

Penyusutan Metode Saldo Menurun / Declining Balance Method

Penyusutan Metode Saldo Menurun / Declining Balance Method
Postingan saya sebelumnya tentang penyusutan aset tetap, jika belum membacanya, silahkan baca di:
Kali ini akan saya bahas mengenai Metode Penyusutan Saldo Menurun Penyusutan Aset Tetap Metode Saldo Menurun (Declining Balance Method)
Pada dasarnya, Aset Tetap dianggap akan memberikan kontribusi terbesarnya pada awal awal masa penggunaan. Ya ini karena mesin masih dalam kondisi gress, segar dengan kekuatan yang masih optimal. Masih jauh dari masa aus (rusak) mesin atau aset tetap yang lainnya. Namun, seiring berjalannya waktu, kontribusi aset terbesar tersebut mulai menurun, kinerjanya tak lagi bisa maksimal, mesin tak lagi muda dan turun performa, gedung mulai reyot reyot, kendaraan mulai mogok mogok dan lain sebagainya.
Metode ini sesuai jika dipergunakan untuk jenis aset tetap yang tingkat kehausannya tergantung dari volume produk yang dihasilkan, yaitu jenis aset mesin produksi.
Rumus Depresiasi Saldo Menurun
Penyusutan = [(100% : Umur Ekonomis) x 2] x Nilai Perolehan/Nilai Buku
Contoh kasus penyusutan metode saldo menurun:
Supaya lebih mudah, kita gunakan contoh kasus sebelumnya yang kita kerjakan menggunakan metode garis lurus
Sebuah mesin diperoleh pada tanggal 6 Juni 2014, harga perolehan mesin tersebut sebesar Rp 13,000,000 dan mesin tersebut ditaksir memiliki umur ekonomis 10 tahun Apabila nanti sudah tidak digunakan lagi atau aset ditarik penggunaannya, diperkirakan mesin tersebut masih bisa ditimbang kiloan, besi tuanya dapat dijual seharga Rp 1.000,000. Dalam pencatatan akuntansi aset tetap, perusahaan menggunakan metode penyusutan saldo menurun.
Penyusutan tahun 2014 :
 
[(100% : 10) x 2 ] x 7/12 x 13.000.000 = Rp 1.516.710
Notes :
Karena selama tahun 2014 aset hanya digunakan 7 bulan, maka dikali 7/12
Penyusutan tahun 2015 :
[(100% : 10) x 2 ] x (13.000.000 - 1.516.710) = 2.296.658
Notes :
Nilai buku aset tahun 2015 dikurangi penyusutan aset tahun sebelumnya, sebesar Rp 1.516.710
Untuk tahun tahun setelahnya, cara pengerjaanya sama, hingga 10 tahun masa pengoperasian mesin tersebut.
Lalu saat pencatatan, jurnal nya adalah sama dengan metode garis lurus, cuma beda di angka saja
31 Desember 2014
Debit | Depreciation Rp1.516.710
Kredit | Accumulated Depreciation Rp1.516.710
Untuk tahun berikutnya juga sama jurnalnya
31 Desember 2015
Debit | Depreciation Rp2.296.658
Kredit | Accumulated Depreciation Rp2.296.658
Jurnal jurnal penyusutan tahun tahun berikutnya sama saja, jadi tidak perlu dijelaskan lagi. 🙂
# Pada akhir periode, penyusutan ini juga harus dilakukan jurnal penyesuaian ! Jurnal penyesuaian ini untuk mengakui adanya beban pada aset mesin ini. penyesuaian atas penyusutan aset tetap ini sejumlah akumulasi penyusutan selama periode berjalan.
Pencatatan dalam jurnal penyesuaian:
Contoh Jurnal Penyesuaian Aset Tetap Mesin Tahun 2014
Debit | Accumulated Depreciation Rp1.516.710
Kredit | Depreciation Expense Rp1.516.710
Jurnal Penyesuaian tahun 2015
Debit | Accumulated Depreciation Rp2.296.658
Kredit | Depreciation Expense Rp2.296.695
Untuk jurnal penyesuaian tahun tahun berikutnya, cara pengerjaanya sama saja.
Notes:
Dengan menggunakan metode penyusutan saldo menurun ini, jumlah angka penyusutan tiap tahun akan mengalami penurunan penyusutan tiap tahunnya.
Hal ini menunjukkan bahwa aset tetap (khususnya mesin) memberikan kinerja, manfaat terbaiknya terhadap perusahaan berada pada saat awal awal aset tetap tersebut digunakan, semakin lama semakin menurun kinerja aset tetap tersebut karena keausan.
Itu tadi contoh perhitungan mengenai Penyusutan Metode Saldo Menurun (Declining Balance Method). Selanjutnya, penyusutan aset tetap metode jumlah angka tahun, silahkan baca pada postingan saya berikutnya di : Penyusutan Metode Jumlah Angka Tahun
      Sumber : http://nichonotes.blogspot.co.id/2014/11/penyusutan-metode-saldo-menurun.html

Penyusutan Metode Garis Lurus / Straight Line Method

Penyusutan Metode Garis Lurus / Straight Line Method

Penyusutan Metode Garis Lurus

Seperti di ketahui, metode penyusutan terdiri dari beberapa metode, diantaranya:
  • Metode Penyusutan Garis Lurus
  • Metode Penyusutan Menurun Ganda
  • Metode Penyusutan Jumlah Angka Tahun
  • Metode Penyusutan Satuan Jam Kerja
  • Metode Penyusutan Satuan Hasil Produksi
Apapun metode dan jenis aset yang digunakan, perusahaan sebaiknya menerapkan salah satu metode yang ada dengan konsisten, tidak mengubah-ubah metode penyusutan yang dipakainya. Dan jikapun melakukan perubahan metode penyusutan, hendaknya diberikan penjelasan mengenai sistem akuntansi yang dipakai dalam laporan keuangan disertai alasannya.

Metode Penyusutan Garis Lurus | Straight Line Method

Penyusutan Metode Garis Lurus ini adalah salah satu metode yang termasuk paling banyak diaplikasikan oleh perusahaan perusahaan di indonesia. Metode garis lurus ini menganggap aktiva tetap akan memberikan kontribusi yang merata di sepanjang masa penggunaannya, sehingga aset tetap akan mengalami tingkat penurunan fungsi yang sama dari periode ke periode hingga aset tetap ditarik dari penggunaannya dalam operasional perusahaan.
Perhitungan Penyusutannya:
penyusutan aset metode garis lurus
rumus penyusutan aset tetap metode garis lurus
Bisa juga menggunakan persentase:
penyusutan aset metode garis lurus
rumus penyusutan aset tetap metode garis lurus
Contoh Penyusutan Metode Garis Lurus :
Sebuah mesin diperoleh pada tanggal 6 Juni 2014, harga perolehan mesin tersebut sebesar Rp 13,000,000 Mesin tersebut ditaksir memiliki umur ekonomis 10 tahun, dan apabila nanti sudah tidak digunakan lagi atau aset ditarik penggunaannya, diperkirakan mesin tersebut masih bisa ditimbang kiloan (spesialisasi orang madura nih, hehe becanda) besi tuanya dapat dijual seharga Rp 1.000,000. Dalam pencatatan akuntansi aset tetap, perusahaan menggunakan METODE GARIS LURUS Perhitungan Penyusutan :
Beban penyusutan untuk tahun 2014, dihitungan dengan cara :
Beban Penyusutan = 7/12 x [(Rp 13,000,000 – 1.000,000) : 10 tahun]
 = Rp 699.999 ==> kita bulatkan saja Rp 700.000
# Tunggu Darimana angka 7/12 ?
Ok, Dalam 1 tahun, terdapat 12 bulan, dan mesin tersebut mulai dioperasikan mulai Bulan Juni Jadi selama tahun 2014, mesin tersebut digunakan pada bulan : Juni - Juli - Agustus - September - Oktober - November - Desember. Jadi pada tahun 2014, Mesin tersebut digunakan selama 7 Bulan
Maka penyusutan selama 7 Bulan tersebut : 7/12
Seandainya mesin tersebut diperoleh tanggal 1 januari, maka pada tahun 2014 mesin tersebut digunakan selama 12 bulan dan dihitung dengan cara =
12/12 x [(Rp 13,000,000 – 1.000,000) : 10] …….dan seterusnya
Dan untuk tahun 2015, maka beban penyusutannya selama 12 bulan full jadi menggunakan 12/12
Atas pembebanan penyusutan ini dicatat sebagai berikut : 31 Desember 2014
Debit | Depreciation Rp700.000
Kredit | Accumulated Depreciation Rp700.000
# Pada akhir periode, penyusutan ini juga harus dilakukan jurnal penyesuaian Untuk mengakui adanya beban pada mesin ini, penyesuaian atas penyusutan mesin ini sejumlah akumulasi penyusutan selama periode berjalan.
Pencatatan dalam jurnal penyesuaian:
Debit | Accumulated Depreciation Rp700.000
Kredit | Depreciation Expense Rp700.000
Demikianlah metode penyusutan Metode Garis Lurus, untuk metode selanjutnya, metode penyusutan menurun ganda, silahkan baca :
sumber : http://nichonotes.blogspot.co.id/2014/11/metode-penyusutan-aset-tetap-garis-lurus.html?m=1

Kiat Membangun Merk dengan Biaya Murah di Era Digital

AMA Semarang proudly presents: Kiat Membangun Merk dengan Biaya Murah di Era Digital Bu, minta AQUA nya 1. Pak, SANYO di rumah rusak. Mas, pinjam HANDYCAM nya dong. Dik, HONDA nya tolong diparkir di garasi saja.   Kiat Membangun Merk dengan Biaya Murah di Era Digital aqua siska kliksiska.com Merk merk tersebut sudah tertanam di dalam mindset kita.   Jika Perusahaan anda, ingin membangun / meningkatkan MERK, anda harus datang Workshop ini: "Kiat Membangun Merk dengan Biaya Murah di Era Digital" by Handi Irawan Investasi: Rp. 998.000 untuk Corporate (4 orang). Jumat, 18 November 2016 13:00 - 18:00 @Kyriad Pesonna Hotel Jl. Depok no 33 Semarang Bersama: Bp. Handi Irawan, M.Com, MBA CEO Frontier Capital Pendiri TOP Brand Reservation segera ke: Cp: Helena 0811296510 https://www.facebook.com/ama.semarang