Pengaruh Implementasi Software Akuntansi Terhadap Kinerja Pegawai

Pengaruh Implementasi Software
Akuntansi Terhadap Kinerja
Pegawai

Lego Waspodo
Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung
Jl. Prof.Dr. Soemantri Brojonegoro No.1 Gedong Meneng Bandar Lampung
Telpon (0721) 704622
legowaspodo@yahoo.com

ABSTRAK

Penelitian ini menguji implementasi software akuntansi pemerintahan (SIMDA) terhadap kinerja pegawai dengan dimoderasi perceived enjoyment dan computer playfulness. Penelitian ini bersifat empiris dengan menggunakan teknik sensus sampling dalam pengumpulan data. Data sebagai sampel adalah 40 Pegawai di Kabupaten Lampung Timur. Pengaruh implementasi software akuntansi pemerintahan (SIMDA) dianalisis menggunakan regresi original least square, sedangkan pengaruh dua variabel moderasi (perceived enjoyment and computer playfulness) dianalisis menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil analisis menunjukkan bahwa impelementasi software akuntansi pemerintahan (SIMDA) berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Hasil penelitian juga membuktikan bawah perceived enjoyment and computer playfulness terbukti memoderasi pengaruh antara impelementasi software akuntansi (SIMDA) terhadap kinerja pegawai.

Kata kunci : impelementasi software akuntansi pemerintahan (SIMDA), kinerja pegawai, perceived enjoyment and computer playfulness

PENDAHULUAN

Sejak tahun 2002 ditetapkan Kepmendagri 29/2002 yang mengacu pada PP Nomor 105 tahun 2000 dan UU Nomor 25 tahun 1999 mengenai pengimplementasian model struktur otoritas baru dan rancangan sistem informasi akuntansi yang baru di seluruh Indonesia. Undang-undang tersebut ditindak lanjuti dengan diberlakukannya Peraturan Menteri Dalam Negeri No 13 tahun 2006 tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah dan telah diubah kembali dengan Permendagri No. 59 tahun 2007 dan Permendagri No. 17 tahun 2007 yang mengatur bagaimana wewenang, hak dan kewajiban Daerah ditopang oleh manajemen keuangan “modern” dan penganggaran, penyusunan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban, dan pengawasan keuangan daerah.

Sejak diberlakukannya Undang-Undang tersebut, Pemerintah Daerah selaku pengelola dana publik harus mampu menyediakan informasi keuangan yang diperlukan secara akurat, relevan, tepat waktu, dan dapat dipercaya. Pemerintah Daerah dituntut memiliki sistem informasi yang andal, jika sistem informasi akuntansi yang dimiliki masih lemah, kualitas informasi yang dihasilkan dari sistem tersebut juga kurang andal (Wahyundaru,2001). Salah satu bentuk dari sistem informasi yang spesifik adalah Sistem Infomasi Manajemen Daerah (SIMDA) yang merupakan penerapan sistem di dalam organisasi pemerintahan untuk mendukung informasi yang dibutuhkan oleh semua tingkatan manajemen dalam rangka mengambil keputusan.

Sistem aplikasi tersebut dapat digunakan sebagai pengolahan data pengelolaan keuangan pemerintah daerah. Implementasi SIMDA diharapkan mampu membantu aktivitas operasional pegawai daerah pada khususnya. Program Aplikasi Komputer Simda versi 2.1. merupakan program aplikasi yang ditujukan untuk membantu pemerintah daerah dalam pengelolaan keuangan daerah secara terintegrasi, dimulai dari penganggaran, penata usahaan hingga akuntansi dan pelaporannya. Dengan adanya implementasi SIMDA diharapkan mampu meningkatkan kinerja organisasi PEMDA.

Faktor pengguna sangatlah penting dalam implementasi sistem yang baru, hal ini sesuai dengan konsep teori Technology Accpetance Model (TAM) yang menyebutkan bahwa pengguna sistem cenderung akan menggunakan sistem apabila sistem mudah digunakan dan bermanfaat baginya. Perceived enjoyment merupakan salah satu komponen dari TAM yang menjelaskan bahwa seseorang akan menggunakan sistem yang baru apabila ia merasa nyaman dengan sistem tersebut, sedangkan computer playfuness merupakan sikap spontanitas seseorang karena ia tertarik untuk menggunakan suatu teknologi yang baru. Dua hal ini diharapkan mampu membantu para pegawai dalam menerima implementasi SIMDA sehingga akan membantu peningkatan kinerja mereka.

Berdasarkan paparan di atas, maka diajukan pokok permasalahan sebagai berikut :

  1. Apakah implementasi SIMDA berpengaruh terhadap kinerja pegawai?
  2. Apakah perceived enjoyment dan computer playfulness memoderasi pengaruh implementasi SIMDA terhadap kinerja pegawai?

KAJIAN TEORI

Pendekatan Teori Kontijensi

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hubungan antara Teori Kontinjensi dengan implementasi sistem. Premis dari Teori Kontinjensi adalah tidak terdapat sistem pengendalian yang secara niversal selalu tepat untuk bisa diterapkan pada seluruh organisasi dalam setiap keadaan. Suatu sistem pengendalian akan berbeda-beda di tiap-tiap organisasi yang berdasarkan pada faktor organisatoris dan faktor situasional (Otley,1995). Dengan didasarkan pada pendekatan kontijensi maka ada kemungkinan terdapat variabel penentu lainnya yang saling berinteraksi, selaras dengan kondisi tertentu yang dihadapi.

Kesesuaian (fit) yang lebih baik antara sistem kontrol dengan variabel kontijensi dihipotesakan pada beberapa penelitian menghasilkan kinerja organisasi yang meningkat (Fisher,1990). Penggunaan konsep kesesuaian (fit) dalam teori kontijensi menunjukkan tingkat antara faktor-faktor kontekstual (kontijensi) dan sistem akuntansi manajemen akan memungkinkan manajer menigkatkan kinerja (Riyanto, 2001).

Implementasi Software Akuntansi (SIMDA Ver.2.1)

Pemerintah daerah saat ini telah dituntut untuk bisa menghasilkan Laporan Pertanggung jawaban (LPJ) yang memiliki nilai akuntabilitas dan transparansi yang tinggi. Untuk dapat menghasilkan LPJ tersebut tentunya memerlukan sarana dan prasarana yang memadai, disertai dengan pembelajaran terhadap sumber daya manusia yang dimiliki oleh pemerintah daerah agar dapat memahami dan melaksanakan sistem yang baru dalam pengelolaan keuangan dan pengelolaan barang daerah. (www.bpkp.go.id)

Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dalam hal ini Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah, telah menghasilkan banyak produk yang dapat digunakan Pemda dalam membenahi manajemen pemerintahan daerah. Hal ini sesuai dengan himbauan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam Sidang Paripurna Khusus Dewan Perwakilan Daerah (2007), dimana dalam salah satu pesannya “Lembaga BPKP juga dapat memberikan asistensi dan konsultasi agar tidak ada kekeliruan dalam pengelolaan dana”. Produk-produk yang telah dihasilkan Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah dalam sektor Teknologi Informasi salah satunya adalah program aplikasi SIMDA versi 2.1. (www.bpkp.go.id)

Program Aplikasi Komputer Simda versi 2.1. merupakan program aplikasi yang ditujukan untuk membantu pemerintah daerah dalam pengelolaan keuangan daerah secara terintegrasi, dimulai dari penganggaran, penata usahaan hingga akuntansi dan pelaporannya. Program aplikasi ini juga didukung dengan :

1. Buku Manual Sistem dan Prosedur Penganggaran,
2. Buku Manual Sistem dan Prosedur Penatausahaan,
3. Buku Manual Sistem dan Prosedur Akuntansi dan Pelaporan
4. Buku Pedoman Pengoperasian Aplikasi SIMDA Versi 2.1 (www.bpkp.go.id)

Pemerintah daerah kabupaten Lampung Timur mulai menerapkan SIMDA versi 2.1 sejak tahun anggaran 2007. Sebelumnya, Pemerintah daerah kabupaten Lampung Timur mengerjakan laporan keuangannya secara manual menggunakan program Microsoft Exel, dimana pengerjaan laporannya menjadi lambat, susah dan tingkat keakuratannya rendah sehingga laporannya tidak dapat digunakan tepat pada waktunya. Dengan diterapkannya sistem teknologi informasi berbasis teknologi informasi yang saling terintegrasi dengan menggunakan server yang terdapat pada SKPKD (Bagian Keuangan Sekretariat Daerah), penyajian LKPD (Laporan Keuangan Pemerintah Daerah) nya akan menjadi lebih cepat, tepat dan akurat serta dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas laporannya.

Kinerja Pegawai

Kinerja pegawai adalah kinerja para individu dalam kegiatan manajerial meliput perencanaan, investigasi, koordinasi, supervisi, pengaturan staf, negosiasi, dan representasi (Mahoney et al. 1963). Kinerja pegawai yang diperoleh adalah salah satu faktor yang dapat digunakan untuk meningkatkan efektivitas organisasi. Pada dasarnya inti sebuah organisasi atau purusahaan adalah manusia karena yang menjalankan adalah manusia. Penilaian kinerja merupakan penilaian atas perilaku manusia dalam menjalankan fungsi dan wewenang dalam suatu perusahaan.

Mahoney (1963) dalam Widyastuti (2006) mendefinisikan kinerja pegawai sebagai penilaian kinerja para individu anggota organisasi dalam kegiatan-kegiatan manajerial seperti perencanaan (planning), pengordinasian (coordinating), pengorganisasian (organizing), penginvestigasian (investigating), supervisi (supervising) penyusunan staf (staffing) pengevaluasian (evaluating). Frekuensi pelaporan kinerja harus disesuaikan dengan kebutuhan manajer yang bersangkutan. Secara umum frekuensi pelaporan beragam tergantung pada tingkatan manajemen di perusahaan dan hal itu tidak bisa disamaratakan.

Perceived Enjoyment

Menurut Davis (1989) perceived enjoyment merupakan sejauh mana individu percaya bahwa aktivitas menggunakan sistem dianggap menyenangkan dalam dirinya sendiri, dan penggunaan sistem merupakan bagian dari konsekuensi kinerja yang disebabkan dari penggunaan sistem. Jika menggunakan suatu sistem terasa menyenangkan maka para pemakai akan termotivasi atau memiliki motivasi instrinstik untuk menggunakannya. Adanya asumsi perceived enjoyment akan membawa pengaruh postifi terhadap implementasi sistem.

Computer Playfulness

Computer playfulness merupakan suatu faktor yang secara khas dapat dicirikan dalam dimensi motivasi intrinsik, konsep dasar dari computer playfulness menuju kepada para pemakai yaitu kecenderungan untuk menelusuri dan bertindak secara sepontan dengan komputer (Hackbarth, 2003). Sedangkan menurut Venkantesh (2008) Computer playfulness berkaitan dengan spontanitas manusia untuk berinteraksi dengan komputer.

Pengembangan Hipotesis

Implementasi suatu sistem mengakibatkan perubahan kondisi pada suatu organisasi. Pada kondisi seperti ini para pegawai dan manajer dituntut untuk mampu merespon perubahan-perubahan situasi lokal yang terjadi. Hirst (1981) yang menjelaskan bahwa teknologi informasi dapat digunakan oleh manajemen untuk proses perencanaan, koordinasi dan penilaian evaluasi yang nantinya dijadikan pedoman di masa mendatang. Adanya teknologi informasi menuntut para pegawai harus mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan-perubahan tersebut. (Primasari, 2013). Implementasi software akuntansi (SIMDA Ver.2.1.) ditujukan untuk membantu aktivitas organisasi pemerintah dalam dalam pengelolaan keuangan daerah secara terintegrasi, dimulai dari penganggaran, penata usahaan hingga akuntansi dan pelaporannya.

Seyogyanya implementasi software akuntansi (SIMDA Ver.2.1.) akan berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai pemda. Mengacu pada penelitan Arbenethy (2005), Primasari (2013) apabila dikaitkan dengan implementasi sistem maka diharapkan dengan adanya software akuntansi (SIMDA Ver.2.1.) tersebut dapat meningkatkan kinerja organisasi, sehingga dirumuskan hipotesa sebagai berikut:

H1: Implementasi software akuntansi (SIMDA Ver.2.1.) berpengaruh terhadap kinerja pegawai

Perceived enjoyment merupakan perasaan nyaman dari pengguna dalam mengoperasikan suatu sistem (Venkantesh,2000). Adanya perasaan nyaman dari pengguna dalam mengoperasikan sebuah sistem yang baru tentu akan sangat mendukung diterimanya implementasi sebuah sistem dan secara otomatis akan berpengaruh terhadap kinerja. Computer playfulness merupakan motivasi instrinsik dalam diri seseorang, adanya sikap spontanitas tertarik untuk menggunakan suatu teknologi komputer yang baru tentu akan sangat mendukung diterimanya implementasi sistem sehingga dengan sendirinya berdampak kepada kinerja. Berdasarkan paparan di atas maka dikemukakan hipotesis sebagai berikut:

H2: Perceived enjoyment dan computer playfulness memoderasi pengaruh implementasi SIMDA terhadap kinerja pegawai

METODE PENELITIAN

Populasi dan Sampel

Adapun sampel yang digunakan terdiri atas pegawai di tingkat SKPD maupun SKPKD dan sampel yang diteliti adalah pegawai bagian keuangan yang menggunakan SIMDA versi 2.1 pada Pemda kabupaten Lampung Timur, terdiri dari: Kasubbag Keuangan (PPKSKPD) dan Staf Keuangan (Bendahara, Pembantu PPK urusan SPM dan Laporan Keuangan, Pembantu PPK Pembukuan dan Verifikasi, dan Pembantu PPK Pembuat Dokumen) di Kabupaten Lampung Timur.

Teknik Sampel

Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan cara sensus sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan mengambil semua sampel yang ada.

Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara survey dengan mendistribusikan kuesioner terhadap pengguna software SIMDA versi 2.1 pada Pemda kabupaten Lampung Timur. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data dimana peneliti membuat rumusan pertanyaan yang berhubungan dengan obyek penelitian, kemudian data akan didapat dari jawaban atas pertanyaan yang sudah dijawab oleh responden terpilih. Metode ini dipilih oleh peneliti karena kuesioner merupakan mekanisme pengumpulan data yang efisien karena peneliti dapat mengetahui apa yang dibutuhkan dan bagaimana mengukur variabel yang digunakan.

Pengukuran Variabel

Implementasi software akuntansi

Implementasi software akuntansi diukur melalui riset sebelumnya Yunita (2004) dengan 6 (enam) item pertanyaan terdiri atas kemudahan menggunakan software, kompleksitas software, tingkat keamanan software, manfaat software dalam menghemat waktu, dan manfaat secara keseluruhan. Implementasi software akuntansi diukur menggunakan skala liker 1 sampai dengan 5 dengan range sangat setuju hingga sangat tidak setuju

Kinerja Pegawai

Variabel kinerja dikur dengan menggunakan self – rating yang dikembangkan oleh Mahoney dan Carol (1963) dan telah banyak digunakan oleh peneliti-peneliti lain. Penggunaan self – rating dalam pengukuran kinerja untuk menghindari kemungkinan kerja yang tidak representative (Honeman,1997). Karena jika digunakan superior rating ada kemungkinan superior tersebut kurang memahami kondisi sebenarnya.

Pengukuran ini menggunakan sembilan item pertanyaan yaitu: pemilihan staff, perencanaan, pengawasan, perwakilan, investigasi, koordinasi, negosiasi, evaluasi dan kinerja secara keseluruhan. Ukuran kinerja diukur dengan skala likert satu sampai dengan lima. 1= jauh dibawah rata-rata, 2= sedikit dibawah rata-rata, 3= sama dengan rata-rata kinerja rekan anda, 4= sedikit diatas rata-rata dan 5= jauh diatas rata-rata.

Perceived enjoyment

Perceived enjoyment merupakan persepsi manusia dimana kegiatan menggunakan sebuah sistem informasi dipersepsikan menyenangkan, terlepas dari kinerja yang dihasilkan dari penggunaan sistem informasi. Variabel perceived enjoyment diukur menggunakan instrumen Zhang et.al (2006) yang terdiri dari 3 (tiga) pertanyaan menggunakan skala likert 1 sampai 5. Adapun indikator penelitian nya adalah 1) menikmati menggunakan system yang baru, 2) system baru tidak menimbulkan beban, 3) merasa nyaman menggunakansystem yang baru

Computer playfulness

Computer playfulness berkaitan dengan spontanitas manusia untuk berinteraksi dengan komputer. Variabel computer playfulness diukur menggunakan instrumen Venkantesh (2000), yang terdiri dari 4 (empat) pertanyaan menggunakan skala likert 1 sampai 5. Adapun indikator penelitian nya adalah 1) computer meningkatkan spontinitas berkreasi, 2) computer meningkatkan kreatifitas, 3) menggunakan computer meningkatkan keahlian, 4) menggunakan computer meningkatkan imajinatif

Teknik Analisis

Uji Kualitas Instrumen

Menurut Hair et al (1995) kualitas data yang dihasilkan dari penggunaan instrumen penelitian dapat dievaluasi melalui uji reliabilitas dan validitas. Uji tersebut masing-masing untuk mengetahui konsistensi dan akurasi data yang dikumpulkan dari penggunaan instrumen. Ada 2 prosedur yang dilakukan untuk mengukur reliabilitas dan validitas data, yaitu: uji konsistensi internal terhadap jawaban responden atas instrumen penelitian dan uji validitas konstruk dengan cara mengkorelasikan antara skor masing-masing item dan skor totalnya. Keterangan dari kedua uji kualitas data adalah sebagai berikut:

  1. Uji konsistensi internal (reliabilitas) ditentukan dengan koefisien cronbach alpha. Suatu konstruk atau instrumen dikatakan reliabel jika memberikan nilai cronbach alpha di atas 0,60 (Nunnally, 1967 dalam Imam, 2005).
  2. Uji homogenitas data (validitas) dengan uji person correlation. Jika hasilnya signifikan maka data dikatakan valid.

Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Seperti diketahui bahwa uji t dan F mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal. Kalau asumsi ini dilanggar maka uji statistik menjadi tidak valid untuk jumlah sampel yang kecil. Salah satu uji statistik yang dapat digunakan untuk menguji normalitas residual adalah uji statistik non-parametrik Kolmogorov-Smirnov (K-S).

Uji Asumsi Klasik

Sehubungan dengan penggunaan metode regresi berganda (multiple regression) maka perlu dilakukan pengujian asumsi klasik yang terdapat dalam regresi berganda sebagai berikut:

Uji Multikolonieritas

Uji multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah terdapat korelasi antar variabel independen pada model regresi (Imam, 2002). Uji ini dapat melihat besaran nilai VIF dan tolerance. Pedoman yang digunakan untuk suatu model regresi yang bebas multikolonieritas adalah nilai VIF semua variabel independen dibawah nilai 10 dan nilai tolerance di atas 0,1 (Hair, 1998).

Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi bertujuan apakah dalam model regresi linear terdapat korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pada periode t-1 (sebelumnya) (Imam, 2002). Uji ini dilakukan dengan melihat hasil Durbin Watson:

  1. jika d (4-dL) maka terdapat autokorelasi.
  2. jika d terletak antara dU dan (4-dU) maka tidak ada utokorelasi.
  3. jika d terletak antara dL dan dU atau diantara (4-dU) dan (4-dL) maka tidak menghasilkan kesimpulan yang pasti.

Uji Heteroskedastisitas

Uji heterokedastisitas dilakukan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varian dari residual pengamatan yang lain tetap, maka disebut homokedastisitas. Model regresi yang baik adalah homokedastisitas atau tidak terhadi heterokedastisitas (Imam, 2002).Deteksi ada atau tidaknya heterokedastisitas dilakukan dengan melihat ada atau tidaknya pola tertentu (bergelombang, melebar kemudian menyempit) pada grafik plot (scatterplot) antara nilai prediksi variabel terkait dengan residualnya.

Uji Hipotesis

Analisis statistik yang digunakan adalah analisis regresi sederhana dan berganda sebagai model yang memprediksi hubungan kausal antara variabel dependen dengan beberapa variabel independen. Regresi linear sederhana untuk menguji hubungan antara implementasi SIMDA dengan kinerja pegawai dan menguji hubungan dua variabel moderating (perceived enjoyment, computer playfulness) dengan kinerja pegawai. Moderated regression analysis (MRA) digunakan untuk menentukan hubungan interaksi antara dua variabel oleh satu variabel sebagai variabel moderating (Nunnally, 1994).

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Gambaran Umum Responden

Dalam penelitian ini, yang menjadi populasi adalah beberapa pegawai kabupaten Lampung Timur, yang merupakan pengguna SIMDA. Berdasarkan kuesioner yang kembali maka didapat sebanyak 40 kuesioner yang dapat diolah.

Uji Kualitas Instrumen

Berdasarkan hasil uji validitas dan reabilitas terlihat bahwa data memenuhi semua asumsi dan layak digunakan untuk pengujian selanjutnya.

Uji Asumsi Klasik

Uji Multikolonieritas

Hasil perhitungan nilai Tolerance juga menunjukkan tidak ada variabel independen yang memiliki nilai Tolerance kurang dari 0,10 yang berarti tidak ada korelasi antar variabel independen yang nilainya > 95%. Hasil perhitungan Variance Inflation Factor (VIF) juga menunjukkan hal yang sama yaitu tidak ada satu variabel independen yang memiliki nilai VIF > 10. jadi dapat dikatakan bahwa tidak ada multikolonieritas antar variabel independen dalam model regresi.

Uji Heteroskedastisitas

Berdasarkan hasil grafik plot (scatterplot) menunjukkan bahwa tidak terdapat pola tertentu (bergelombang, melebar kemudian menyempit), maka dapat diartikan bahwa tidak terdapat heteroskedastisitas pada model regresi

Uji Hipotesis

Uji hipotesis dilakukan untuk menjawab masalah penelitian yang dirumuskan sebelumnya.

  1. Implementasi SIMDA berpengaruh Terhadap Kinerja Pegawai (H1)Pengujian hipotesis 1 dilakukan dengan melihat interaksi antara variabel Implementasi SIMDA dengan Kinerja Pegawai (persamaan 1). Adapun hasil pengujian menunjukkan besarnya adjusted R2 adalah 0,196, hal ini berarti 19,6 % variasi Kinerja Pegawai dapat dijelaskan oleh variasi dari variabel Implementasi SIMDA Implementasi SIMDA, sedangkan sisanya 80,4% dijelaskan oleh sebab-sebab yang lain di luar model. Dari model regresi tampak variabel informasi akuntansi signifikan pada 0,05, hal ini berarti bahwa variabel Kinerja Pegawai dipengaruhi oleh Implementasi SIMDA.
  2. Perceived enjoyment dan computer playfulness memoderasi secara positif pengaruh Implementasi SIMDA terhadap kinerja Pegawai (H2).Pengujian hipotesis 2, dilakukan dengan uji interaksi atau sering disebut dengan Moderated Regression Analysis (MRA) yang merupakan aplikasi khusus regresi berganda linear dimana dalam persamaan regresinya mengandung unsur interaksi (perkalian dua atau lebih variabel independen). Hasil pengujian hipotesis 2 dapat dilihat pada lampiran yang menunjukkan variabel interkasi yang merupakan interaksi antara Implementasi SIMDA dan Perceived enjoyment dan computer playfulness juga signifikan. Hasil output SPSS terlihat jelas bahwa variabel interaksi memberikan koefisien -0.037dan signifikan pada 0.0000 yang berarti variabel Perceived enjoyment dan computer playfulness adalah pure moderator atau variabel moderating.

     

PEMBAHASAN

Implementasi SIMDA berpengaruh terhadap kinerja pegawai

Teori yang dikemukakan Macintosh (1994) bahwa penerimaan implementasi sistem merupakan bagian yang sangat penting dalam spektrum mekanisme kontrol keseluruhan yang digunakan untuk memotivasi, mengukur, dan memberi sanksi tindakan-tindakan para manajer dan karyawan organisasi. Adanya penerimaan implementasi sistem mampu meningkatkan perencanaan dan kontrol aktivitas organisasi dengan lebih baik sehingga meningkatkan kinerja (Sujono,dkk, 2014). Dari hasil uji hipotesis terbukti bahwa implementasi SIMDA berpengaruh terhadap kinerja pegawai daerah Kabupaten Lampung Timur. Hal tersebut mengindikasikan bahwa dengan pengelolaan sumber daya teknologi informasi yang dilakukan oleh organisasi dalam hal ini infrastruktur, strategi, sumber daya manusia akan meningkatkan pemahaman perusahaan/ organisasi terhadap job description dan kegiatan operasional organisasi sehari-hari, sehingga dengan adanya pemahaman tersebut, perusahaan mampu meningkatkan kinerja Individual. Hasil ini juga mendukung penelitian-penelitian sebelumnya Bambang Agus Pramuka,dkk (2010), Primasari, (2013), Arbenethy (2005). Adanya implementasi teknologi informasi seyogyanya akan membantu secara positif para pegawai dalam melakukan aktivitas operasionalnya sehari-hari.

Perceived enjoyment dan computer playfulness memoderasi pengaruh implementasi SIMDA terhadap kinerja pegawai

Implementasi Sistem tidak akan sukses jika tidak dibarengi dengan perilaku individu (pegawai) yang mendukung implementasi sistem tersebut Jaworski dan Young (1998) dalam Waspodo (2013). Perceived enjoyment dan computer playfulness merupakan motivasi instrinsik dalam diri individu yang bersifat positif. Adanya sikap tersebut secara langsung akan mempengaruhi secara positif implementasi SIMDA terhadap kinerja pegawai daerah Kabupaten Lampung Timur

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Hasil penelitian ini mempertegas dan mendukung temuan Hirst (1981) yang menjelaskan bahwa teknologi informasi dapat digunakan oleh manajemen untuk proses perencanaan, koordinasi dan penilaian evaluasi yang nantinya dijadikan pedoman di masa mendatang. Penggunaan teknologi informasi dapat berdampak positif terhadap bawahan dan teknologi informasi baik sebagai penilaian prestasi seseorang. Hasil penelitian ini juga mempertegas terdapat pengaruh simultan yang signifikan antara Perceived enjoyment dan computer playfulness, implementasi SIMDA terhadap kinerja individual sehingga variabel yang diajukan sebagai variabel moderating memoderasi pengaruh implementasi SIMDA terhadap kinerja pegawai seperti yang dihipotesiskan.

Saran

  1. Penelitian mendatang dapat mempertimbangkan sumber daya lainnya yang dimiliki oleh perusahaan yang dapat meningkatkan kinerja pegawai.
  2. Perlu dilakukan pengembangan instrument yaitu disesuaikan dengan kondisi dan lingkungan dari objek yang diteliti

DAFTAR PUSTAKA

Abernethy, M. A., and Jan Bouwens, (2005), “ Determinants of accounting innovation”, ABACUS.

Bambang Agus Pramuka, Dona Primasari, Widyahayu W.K., (2010), Pengaruh sistem informasi akuntansi terhadap kinerja manejerial dengan tiga variabel moderating, Jurnal JEB.

Cavalluzzo, K. S., and C. D. Ittner, (2004), “Implementing Performance Measurement Innovations: Evidence From Government”, Accounting, Organizations and Society, Vol. 29, Nos 3–4.

Davis, F.D, Bagozzi. R.P. & Warshaw. P.R., (1989), User acceptance of computer technology: a comparison of two theoretical models, ManagementScience, 35, 982-1003.

Fisher, Aubrey, (1990), Teori-teori dan Komunikasi, Remaja Rosdakarya, Bandung.

Hackbarth. Gary and Varun Grover. Mun Y. Yi., (2003), Computer playfulness and anxiety: positive and negativemediators of the system experience effect on perceived ease of use, Journal Information & Management.

Hirst, M.K., (1981), “Accounting Information and the Evaluation of Subordinate Performance: A Situational Approach”, The Accounting Riview 56(4): 771-784.

Honeman, C.T., (1997), “Introduction to managerial performance”, Prentice Hall.

Igbaria, (1989), “ A path analytic study of individual characteristic, computer anxiety, and attitudes toward microcomputer”, Journal of Management, Vo.15. No. 3.

Indriantoro, Nur., Bambang Supomo, (1999), “Metode Penelitian Bisnis Untuk Akuntansi Dan Manajemen”, Edisi Pertama, Penerbit BPFE-Yogyakarta. Yogyakarta

Macintosh,N.B., (1994), “Management accounting and control system”, Jhon Willey and sons.

Meirinto,Wahyu, (2011), “Kajian Online system Informasi BRI (BRINETS): pendekatan Technology Accpetance Model(TAM), Jurnal Akuntansi Multi Paradigma, Vol.2 No.1.

Nunnaly, J. C. And I.H., Bernsten, (1994), Psycometric Theory, McGraw-Hill.3 th. Ed.

Otley, D., (1995), “Management control, organization design and accounting information system”.UK: Prentice Hall.

Ghozali, Imam, (2001), Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS, Badan Penerbit Universitas Diponegoro Semarang.

Primasari, Dona, (2013), Pengaruh implementasi Sistem Informasi Keuangan Daerah dan Kinerja Pegawai: Kualitas informasi laporan keuangan sebagai variabel intervening, Jurnal Ekonomi dan Bisnis Optimum Vol. 3 No. 2.

Riyanto, Bambang, (2001), Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan, Edisi Keempat, Cetakan Ketujuh, Yogyakarta: BPFE.

Robbins, Stephen, (2003), “ Organizational Behavioral”, Prentice Hall, Inc.

Sujono, dkk., (2014), Pengaruh implementasi sistem akuntansi keuangan daerah terhadap kinerja pegawai, Riset mandiri, tidak dipublikasikan.

Venkatesh, V, & Morris M. G., (2000), Why Don’t Men Ever Stop to Ask for Direction? Gender, Social

Influence and their Role in Technology Acceptance and Usage Behavior. MIS Quarterly, Vol. 24 No. 1, March.

Venkantesh, V., dan Hillol Bala, (2008), Technology Acceptance Model 3 and research agenda intervention, Decision Science Vol. 39.

Waspodo, Lego, (2013), “Pegaruh teknologi informasi terhadap kinerja individual: computer anxiety sebagai variabel moderating”, Konferensi Nasional Akuntansi dan Bisnis, Serang, Banten.

Wahyundaru, Sri Dewi, (2001), Akuntansi Sektor Publik dalam Otonomi Daerah, Suara Merdeka, Edisi 21 Februari.

Widiastuti, Budi, (2006), Pengaruh Beban Kerja Motivasi dan Kemampuan terhadap kinerja Pegawai

Pada Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro, Semarang.

Yunita, Dian, (2004), “Pemgaruh tingkat computer anxiety terhadap keahlian dosen akuntansi dalam menggunakan komputer”, Skripsi UNS Solo (Tidak Dipublikasikan).

www.bpk.go.id, Diakses 25 Juli 2014

Zhang, Ping, Heshan Sun, (2006), An Empirical Study on Causal Relationships between Perceived Enjoyment and Perceived Ease.

(((sumber : http://journal.umy.ac.id/index.php/mb/article/download/1101/1179)))