Pengaruh Implementasi Software Akuntansi Terhadap Kinerja Pegawai

Pengaruh Implementasi Software Akuntansi Terhadap Kinerja Pegawai

Lego Waspodo Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung Jl. Prof.Dr. Soemantri Brojonegoro No.1 Gedong Meneng Bandar Lampung Telpon (0721) 704622 legowaspodo@yahoo.com ABSTRAK Penelitian ini menguji implementasi software akuntansi pemerintahan (SIMDA) terhadap kinerja pegawai dengan dimoderasi perceived enjoyment dan computer playfulness. Penelitian ini bersifat empiris dengan menggunakan teknik sensus sampling dalam pengumpulan data. Data sebagai sampel adalah 40 Pegawai di Kabupaten Lampung Timur. Pengaruh implementasi software akuntansi pemerintahan (SIMDA) dianalisis menggunakan regresi original least square, sedangkan pengaruh dua variabel moderasi (perceived enjoyment and computer playfulness) dianalisis menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil analisis menunjukkan bahwa impelementasi software akuntansi pemerintahan (SIMDA) berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Hasil penelitian juga membuktikan bawah perceived enjoyment and computer playfulness terbukti memoderasi pengaruh antara impelementasi software akuntansi (SIMDA) terhadap kinerja pegawai. Kata kunci : impelementasi software akuntansi pemerintahan (SIMDA), kinerja pegawai, perceived enjoyment and computer playfulness PENDAHULUAN Sejak tahun 2002 ditetapkan Kepmendagri 29/2002 yang mengacu pada PP Nomor 105 tahun 2000 dan UU Nomor 25 tahun 1999 mengenai pengimplementasian model struktur otoritas baru dan rancangan sistem informasi akuntansi yang baru di seluruh Indonesia. Undang-undang tersebut ditindak lanjuti dengan diberlakukannya Peraturan Menteri Dalam Negeri No 13 tahun 2006 tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah dan telah diubah kembali dengan Permendagri No. 59 tahun 2007 dan Permendagri No. 17 tahun 2007 yang mengatur bagaimana wewenang, hak dan kewajiban Daerah ditopang oleh manajemen keuangan “modern” dan penganggaran, penyusunan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban, dan pengawasan keuangan daerah. Sejak diberlakukannya Undang-Undang tersebut, Pemerintah Daerah selaku pengelola dana publik harus mampu menyediakan informasi keuangan yang diperlukan secara akurat, relevan, tepat waktu, dan dapat dipercaya. Pemerintah Daerah dituntut memiliki sistem informasi yang andal, jika sistem informasi akuntansi yang dimiliki masih lemah, kualitas informasi yang dihasilkan dari sistem tersebut juga kurang andal (Wahyundaru,2001). Salah satu bentuk dari sistem informasi yang spesifik adalah Sistem Infomasi Manajemen Daerah (SIMDA) yang merupakan penerapan sistem di dalam organisasi pemerintahan untuk mendukung informasi yang dibutuhkan oleh semua tingkatan manajemen dalam rangka mengambil keputusan. Sistem aplikasi tersebut dapat digunakan sebagai pengolahan data pengelolaan keuangan pemerintah daerah. Implementasi SIMDA diharapkan mampu membantu aktivitas operasional pegawai daerah pada khususnya. Program Aplikasi Komputer Simda versi 2.1. merupakan program aplikasi yang ditujukan untuk membantu pemerintah daerah dalam pengelolaan keuangan daerah secara terintegrasi, dimulai dari penganggaran, penata usahaan hingga akuntansi dan pelaporannya. Dengan adanya implementasi SIMDA diharapkan mampu meningkatkan kinerja organisasi PEMDA. Faktor pengguna sangatlah penting dalam implementasi sistem yang baru, hal ini sesuai dengan konsep teori Technology Accpetance Model (TAM) yang menyebutkan bahwa pengguna sistem cenderung akan menggunakan sistem apabila sistem mudah digunakan dan bermanfaat baginya. Perceived enjoyment merupakan salah satu komponen dari TAM yang menjelaskan bahwa seseorang akan menggunakan sistem yang baru apabila ia merasa nyaman dengan sistem tersebut, sedangkan computer playfuness merupakan sikap spontanitas seseorang karena ia tertarik untuk menggunakan suatu teknologi yang baru. Dua hal ini diharapkan mampu membantu para pegawai dalam menerima implementasi SIMDA sehingga akan membantu peningkatan kinerja mereka. Berdasarkan paparan di atas, maka diajukan pokok permasalahan sebagai berikut :
  1. Apakah implementasi SIMDA berpengaruh terhadap kinerja pegawai?
  2. Apakah perceived enjoyment dan computer playfulness memoderasi pengaruh implementasi SIMDA terhadap kinerja pegawai?
KAJIAN TEORI Pendekatan Teori Kontijensi Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hubungan antara Teori Kontinjensi dengan implementasi sistem. Premis dari Teori Kontinjensi adalah tidak terdapat sistem pengendalian yang secara niversal selalu tepat untuk bisa diterapkan pada seluruh organisasi dalam setiap keadaan. Suatu sistem pengendalian akan berbeda-beda di tiap-tiap organisasi yang berdasarkan pada faktor organisatoris dan faktor situasional (Otley,1995). Dengan didasarkan pada pendekatan kontijensi maka ada kemungkinan terdapat variabel penentu lainnya yang saling berinteraksi, selaras dengan kondisi tertentu yang dihadapi. Kesesuaian (fit) yang lebih baik antara sistem kontrol dengan variabel kontijensi dihipotesakan pada beberapa penelitian menghasilkan kinerja organisasi yang meningkat (Fisher,1990). Penggunaan konsep kesesuaian (fit) dalam teori kontijensi menunjukkan tingkat antara faktor-faktor kontekstual (kontijensi) dan sistem akuntansi manajemen akan memungkinkan manajer menigkatkan kinerja (Riyanto, 2001). Implementasi Software Akuntansi (SIMDA Ver.2.1) Pemerintah daerah saat ini telah dituntut untuk bisa menghasilkan Laporan Pertanggung jawaban (LPJ) yang memiliki nilai akuntabilitas dan transparansi yang tinggi. Untuk dapat menghasilkan LPJ tersebut tentunya memerlukan sarana dan prasarana yang memadai, disertai dengan pembelajaran terhadap sumber daya manusia yang dimiliki oleh pemerintah daerah agar dapat memahami dan melaksanakan sistem yang baru dalam pengelolaan keuangan dan pengelolaan barang daerah. (www.bpkp.go.id) Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dalam hal ini Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah, telah menghasilkan banyak produk yang dapat digunakan Pemda dalam membenahi manajemen pemerintahan daerah. Hal ini sesuai dengan himbauan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam Sidang Paripurna Khusus Dewan Perwakilan Daerah (2007), dimana dalam salah satu pesannya “Lembaga BPKP juga dapat memberikan asistensi dan konsultasi agar tidak ada kekeliruan dalam pengelolaan dana”. Produk-produk yang telah dihasilkan Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah dalam sektor Teknologi Informasi salah satunya adalah program aplikasi SIMDA versi 2.1. (www.bpkp.go.id) Program Aplikasi Komputer Simda versi 2.1. merupakan program aplikasi yang ditujukan untuk membantu pemerintah daerah dalam pengelolaan keuangan daerah secara terintegrasi, dimulai dari penganggaran, penata usahaan hingga akuntansi dan pelaporannya. Program aplikasi ini juga didukung dengan : 1. Buku Manual Sistem dan Prosedur Penganggaran, 2. Buku Manual Sistem dan Prosedur Penatausahaan, 3. Buku Manual Sistem dan Prosedur Akuntansi dan Pelaporan 4. Buku Pedoman Pengoperasian Aplikasi SIMDA Versi 2.1 (www.bpkp.go.id) Pemerintah daerah kabupaten Lampung Timur mulai menerapkan SIMDA versi 2.1 sejak tahun anggaran 2007. Sebelumnya, Pemerintah daerah kabupaten Lampung Timur mengerjakan laporan keuangannya secara manual menggunakan program Microsoft Exel, dimana pengerjaan laporannya menjadi lambat, susah dan tingkat keakuratannya rendah sehingga laporannya tidak dapat digunakan tepat pada waktunya. Dengan diterapkannya sistem teknologi informasi berbasis teknologi informasi yang saling terintegrasi dengan menggunakan server yang terdapat pada SKPKD (Bagian Keuangan Sekretariat Daerah), penyajian LKPD (Laporan Keuangan Pemerintah Daerah) nya akan menjadi lebih cepat, tepat dan akurat serta dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas laporannya. Kinerja Pegawai Kinerja pegawai adalah kinerja para individu dalam kegiatan manajerial meliput perencanaan, investigasi, koordinasi, supervisi, pengaturan staf, negosiasi, dan representasi (Mahoney et al. 1963). Kinerja pegawai yang diperoleh adalah salah satu faktor yang dapat digunakan untuk meningkatkan efektivitas organisasi. Pada dasarnya inti sebuah organisasi atau purusahaan adalah manusia karena yang menjalankan adalah manusia. Penilaian kinerja merupakan penilaian atas perilaku manusia dalam menjalankan fungsi dan wewenang dalam suatu perusahaan. Mahoney (1963) dalam Widyastuti (2006) mendefinisikan kinerja pegawai sebagai penilaian kinerja para individu anggota organisasi dalam kegiatan-kegiatan manajerial seperti perencanaan (planning), pengordinasian (coordinating), pengorganisasian (organizing), penginvestigasian (investigating), supervisi (supervising) penyusunan staf (staffing) pengevaluasian (evaluating). Frekuensi pelaporan kinerja harus disesuaikan dengan kebutuhan manajer yang bersangkutan. Secara umum frekuensi pelaporan beragam tergantung pada tingkatan manajemen di perusahaan dan hal itu tidak bisa disamaratakan. Perceived Enjoyment Menurut Davis (1989) perceived enjoyment merupakan sejauh mana individu percaya bahwa aktivitas menggunakan sistem dianggap menyenangkan dalam dirinya sendiri, dan penggunaan sistem merupakan bagian dari konsekuensi kinerja yang disebabkan dari penggunaan sistem. Jika menggunakan suatu sistem terasa menyenangkan maka para pemakai akan termotivasi atau memiliki motivasi instrinstik untuk menggunakannya. Adanya asumsi perceived enjoyment akan membawa pengaruh postifi terhadap implementasi sistem. Computer Playfulness Computer playfulness merupakan suatu faktor yang secara khas dapat dicirikan dalam dimensi motivasi intrinsik, konsep dasar dari computer playfulness menuju kepada para pemakai yaitu kecenderungan untuk menelusuri dan bertindak secara sepontan dengan komputer (Hackbarth, 2003). Sedangkan menurut Venkantesh (2008) Computer playfulness berkaitan dengan spontanitas manusia untuk berinteraksi dengan komputer. Pengembangan Hipotesis Implementasi suatu sistem mengakibatkan perubahan kondisi pada suatu organisasi. Pada kondisi seperti ini para pegawai dan manajer dituntut untuk mampu merespon perubahan-perubahan situasi lokal yang terjadi. Hirst (1981) yang menjelaskan bahwa teknologi informasi dapat digunakan oleh manajemen untuk proses perencanaan, koordinasi dan penilaian evaluasi yang nantinya dijadikan pedoman di masa mendatang. Adanya teknologi informasi menuntut para pegawai harus mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan-perubahan tersebut. (Primasari, 2013). Implementasi software akuntansi (SIMDA Ver.2.1.) ditujukan untuk membantu aktivitas organisasi pemerintah dalam dalam pengelolaan keuangan daerah secara terintegrasi, dimulai dari penganggaran, penata usahaan hingga akuntansi dan pelaporannya. Seyogyanya implementasi software akuntansi (SIMDA Ver.2.1.) akan berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai pemda. Mengacu pada penelitan Arbenethy (2005), Primasari (2013) apabila dikaitkan dengan implementasi sistem maka diharapkan dengan adanya software akuntansi (SIMDA Ver.2.1.) tersebut dapat meningkatkan kinerja organisasi, sehingga dirumuskan hipotesa sebagai berikut: H1: Implementasi software akuntansi (SIMDA Ver.2.1.) berpengaruh terhadap kinerja pegawai Perceived enjoyment merupakan perasaan nyaman dari pengguna dalam mengoperasikan suatu sistem (Venkantesh,2000). Adanya perasaan nyaman dari pengguna dalam mengoperasikan sebuah sistem yang baru tentu akan sangat mendukung diterimanya implementasi sebuah sistem dan secara otomatis akan berpengaruh terhadap kinerja. Computer playfulness merupakan motivasi instrinsik dalam diri seseorang, adanya sikap spontanitas tertarik untuk menggunakan suatu teknologi komputer yang baru tentu akan sangat mendukung diterimanya implementasi sistem sehingga dengan sendirinya berdampak kepada kinerja. Berdasarkan paparan di atas maka dikemukakan hipotesis sebagai berikut: H2: Perceived enjoyment dan computer playfulness memoderasi pengaruh implementasi SIMDA terhadap kinerja pegawai METODE PENELITIAN Populasi dan Sampel Adapun sampel yang digunakan terdiri atas pegawai di tingkat SKPD maupun SKPKD dan sampel yang diteliti adalah pegawai bagian keuangan yang menggunakan SIMDA versi 2.1 pada Pemda kabupaten Lampung Timur, terdiri dari: Kasubbag Keuangan (PPKSKPD) dan Staf Keuangan (Bendahara, Pembantu PPK urusan SPM dan Laporan Keuangan, Pembantu PPK Pembukuan dan Verifikasi, dan Pembantu PPK Pembuat Dokumen) di Kabupaten Lampung Timur. Teknik Sampel Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan cara sensus sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan mengambil semua sampel yang ada. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara survey dengan mendistribusikan kuesioner terhadap pengguna software SIMDA versi 2.1 pada Pemda kabupaten Lampung Timur. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data dimana peneliti membuat rumusan pertanyaan yang berhubungan dengan obyek penelitian, kemudian data akan didapat dari jawaban atas pertanyaan yang sudah dijawab oleh responden terpilih. Metode ini dipilih oleh peneliti karena kuesioner merupakan mekanisme pengumpulan data yang efisien karena peneliti dapat mengetahui apa yang dibutuhkan dan bagaimana mengukur variabel yang digunakan. Pengukuran Variabel Implementasi software akuntansi Implementasi software akuntansi diukur melalui riset sebelumnya Yunita (2004) dengan 6 (enam) item pertanyaan terdiri atas kemudahan menggunakan software, kompleksitas software, tingkat keamanan software, manfaat software dalam menghemat waktu, dan manfaat secara keseluruhan. Implementasi software akuntansi diukur menggunakan skala liker 1 sampai dengan 5 dengan range sangat setuju hingga sangat tidak setuju Kinerja Pegawai Variabel kinerja dikur dengan menggunakan self – rating yang dikembangkan oleh Mahoney dan Carol (1963) dan telah banyak digunakan oleh peneliti-peneliti lain. Penggunaan self – rating dalam pengukuran kinerja untuk menghindari kemungkinan kerja yang tidak representative (Honeman,1997). Karena jika digunakan superior rating ada kemungkinan superior tersebut kurang memahami kondisi sebenarnya. Pengukuran ini menggunakan sembilan item pertanyaan yaitu: pemilihan staff, perencanaan, pengawasan, perwakilan, investigasi, koordinasi, negosiasi, evaluasi dan kinerja secara keseluruhan. Ukuran kinerja diukur dengan skala likert satu sampai dengan lima. 1= jauh dibawah rata-rata, 2= sedikit dibawah rata-rata, 3= sama dengan rata-rata kinerja rekan anda, 4= sedikit diatas rata-rata dan 5= jauh diatas rata-rata. Perceived enjoyment Perceived enjoyment merupakan persepsi manusia dimana kegiatan menggunakan sebuah sistem informasi dipersepsikan menyenangkan, terlepas dari kinerja yang dihasilkan dari penggunaan sistem informasi. Variabel perceived enjoyment diukur menggunakan instrumen Zhang et.al (2006) yang terdiri dari 3 (tiga) pertanyaan menggunakan skala likert 1 sampai 5. Adapun indikator penelitian nya adalah 1) menikmati menggunakan system yang baru, 2) system baru tidak menimbulkan beban, 3) merasa nyaman menggunakansystem yang baru Computer playfulness Computer playfulness berkaitan dengan spontanitas manusia untuk berinteraksi dengan komputer. Variabel computer playfulness diukur menggunakan instrumen Venkantesh (2000), yang terdiri dari 4 (empat) pertanyaan menggunakan skala likert 1 sampai 5. Adapun indikator penelitian nya adalah 1) computer meningkatkan spontinitas berkreasi, 2) computer meningkatkan kreatifitas, 3) menggunakan computer meningkatkan keahlian, 4) menggunakan computer meningkatkan imajinatif Teknik Analisis Uji Kualitas Instrumen Menurut Hair et al (1995) kualitas data yang dihasilkan dari penggunaan instrumen penelitian dapat dievaluasi melalui uji reliabilitas dan validitas. Uji tersebut masing-masing untuk mengetahui konsistensi dan akurasi data yang dikumpulkan dari penggunaan instrumen. Ada 2 prosedur yang dilakukan untuk mengukur reliabilitas dan validitas data, yaitu: uji konsistensi internal terhadap jawaban responden atas instrumen penelitian dan uji validitas konstruk dengan cara mengkorelasikan antara skor masing-masing item dan skor totalnya. Keterangan dari kedua uji kualitas data adalah sebagai berikut:
  1. Uji konsistensi internal (reliabilitas) ditentukan dengan koefisien cronbach alpha. Suatu konstruk atau instrumen dikatakan reliabel jika memberikan nilai cronbach alpha di atas 0,60 (Nunnally, 1967 dalam Imam, 2005).
  2. Uji homogenitas data (validitas) dengan uji person correlation. Jika hasilnya signifikan maka data dikatakan valid.
Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Seperti diketahui bahwa uji t dan F mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal. Kalau asumsi ini dilanggar maka uji statistik menjadi tidak valid untuk jumlah sampel yang kecil. Salah satu uji statistik yang dapat digunakan untuk menguji normalitas residual adalah uji statistik non-parametrik Kolmogorov-Smirnov (K-S). Uji Asumsi Klasik Sehubungan dengan penggunaan metode regresi berganda (multiple regression) maka perlu dilakukan pengujian asumsi klasik yang terdapat dalam regresi berganda sebagai berikut: Uji Multikolonieritas Uji multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah terdapat korelasi antar variabel independen pada model regresi (Imam, 2002). Uji ini dapat melihat besaran nilai VIF dan tolerance. Pedoman yang digunakan untuk suatu model regresi yang bebas multikolonieritas adalah nilai VIF semua variabel independen dibawah nilai 10 dan nilai tolerance di atas 0,1 (Hair, 1998). Uji Autokorelasi Uji autokorelasi bertujuan apakah dalam model regresi linear terdapat korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pada periode t-1 (sebelumnya) (Imam, 2002). Uji ini dilakukan dengan melihat hasil Durbin Watson:
  1. jika d (4-dL) maka terdapat autokorelasi.
  2. jika d terletak antara dU dan (4-dU) maka tidak ada utokorelasi.
  3. jika d terletak antara dL dan dU atau diantara (4-dU) dan (4-dL) maka tidak menghasilkan kesimpulan yang pasti.
Uji Heteroskedastisitas Uji heterokedastisitas dilakukan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varian dari residual pengamatan yang lain tetap, maka disebut homokedastisitas. Model regresi yang baik adalah homokedastisitas atau tidak terhadi heterokedastisitas (Imam, 2002).Deteksi ada atau tidaknya heterokedastisitas dilakukan dengan melihat ada atau tidaknya pola tertentu (bergelombang, melebar kemudian menyempit) pada grafik plot (scatterplot) antara nilai prediksi variabel terkait dengan residualnya. Uji Hipotesis Analisis statistik yang digunakan adalah analisis regresi sederhana dan berganda sebagai model yang memprediksi hubungan kausal antara variabel dependen dengan beberapa variabel independen. Regresi linear sederhana untuk menguji hubungan antara implementasi SIMDA dengan kinerja pegawai dan menguji hubungan dua variabel moderating (perceived enjoyment, computer playfulness) dengan kinerja pegawai. Moderated regression analysis (MRA) digunakan untuk menentukan hubungan interaksi antara dua variabel oleh satu variabel sebagai variabel moderating (Nunnally, 1994).
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum Responden Dalam penelitian ini, yang menjadi populasi adalah beberapa pegawai kabupaten Lampung Timur, yang merupakan pengguna SIMDA. Berdasarkan kuesioner yang kembali maka didapat sebanyak 40 kuesioner yang dapat diolah. Uji Kualitas Instrumen Berdasarkan hasil uji validitas dan reabilitas terlihat bahwa data memenuhi semua asumsi dan layak digunakan untuk pengujian selanjutnya. Uji Asumsi Klasik Uji Multikolonieritas Hasil perhitungan nilai Tolerance juga menunjukkan tidak ada variabel independen yang memiliki nilai Tolerance kurang dari 0,10 yang berarti tidak ada korelasi antar variabel independen yang nilainya > 95%. Hasil perhitungan Variance Inflation Factor (VIF) juga menunjukkan hal yang sama yaitu tidak ada satu variabel independen yang memiliki nilai VIF > 10. jadi dapat dikatakan bahwa tidak ada multikolonieritas antar variabel independen dalam model regresi. Uji Heteroskedastisitas Berdasarkan hasil grafik plot (scatterplot) menunjukkan bahwa tidak terdapat pola tertentu (bergelombang, melebar kemudian menyempit), maka dapat diartikan bahwa tidak terdapat heteroskedastisitas pada model regresi Uji Hipotesis Uji hipotesis dilakukan untuk menjawab masalah penelitian yang dirumuskan sebelumnya.
  1. Implementasi SIMDA berpengaruh Terhadap Kinerja Pegawai (H1)Pengujian hipotesis 1 dilakukan dengan melihat interaksi antara variabel Implementasi SIMDA dengan Kinerja Pegawai (persamaan 1). Adapun hasil pengujian menunjukkan besarnya adjusted R2 adalah 0,196, hal ini berarti 19,6 % variasi Kinerja Pegawai dapat dijelaskan oleh variasi dari variabel Implementasi SIMDA Implementasi SIMDA, sedangkan sisanya 80,4% dijelaskan oleh sebab-sebab yang lain di luar model. Dari model regresi tampak variabel informasi akuntansi signifikan pada 0,05, hal ini berarti bahwa variabel Kinerja Pegawai dipengaruhi oleh Implementasi SIMDA.
  2. Perceived enjoyment dan computer playfulness memoderasi secara positif pengaruh Implementasi SIMDA terhadap kinerja Pegawai (H2).Pengujian hipotesis 2, dilakukan dengan uji interaksi atau sering disebut dengan Moderated Regression Analysis (MRA) yang merupakan aplikasi khusus regresi berganda linear dimana dalam persamaan regresinya mengandung unsur interaksi (perkalian dua atau lebih variabel independen). Hasil pengujian hipotesis 2 dapat dilihat pada lampiran yang menunjukkan variabel interkasi yang merupakan interaksi antara Implementasi SIMDA dan Perceived enjoyment dan computer playfulness juga signifikan. Hasil output SPSS terlihat jelas bahwa variabel interaksi memberikan koefisien -0.037dan signifikan pada 0.0000 yang berarti variabel Perceived enjoyment dan computer playfulness adalah pure moderator atau variabel moderating.  
PEMBAHASAN Implementasi SIMDA berpengaruh terhadap kinerja pegawai Teori yang dikemukakan Macintosh (1994) bahwa penerimaan implementasi sistem merupakan bagian yang sangat penting dalam spektrum mekanisme kontrol keseluruhan yang digunakan untuk memotivasi, mengukur, dan memberi sanksi tindakan-tindakan para manajer dan karyawan organisasi. Adanya penerimaan implementasi sistem mampu meningkatkan perencanaan dan kontrol aktivitas organisasi dengan lebih baik sehingga meningkatkan kinerja (Sujono,dkk, 2014). Dari hasil uji hipotesis terbukti bahwa implementasi SIMDA berpengaruh terhadap kinerja pegawai daerah Kabupaten Lampung Timur. Hal tersebut mengindikasikan bahwa dengan pengelolaan sumber daya teknologi informasi yang dilakukan oleh organisasi dalam hal ini infrastruktur, strategi, sumber daya manusia akan meningkatkan pemahaman perusahaan/ organisasi terhadap job description dan kegiatan operasional organisasi sehari-hari, sehingga dengan adanya pemahaman tersebut, perusahaan mampu meningkatkan kinerja Individual. Hasil ini juga mendukung penelitian-penelitian sebelumnya Bambang Agus Pramuka,dkk (2010), Primasari, (2013), Arbenethy (2005). Adanya implementasi teknologi informasi seyogyanya akan membantu secara positif para pegawai dalam melakukan aktivitas operasionalnya sehari-hari. Perceived enjoyment dan computer playfulness memoderasi pengaruh implementasi SIMDA terhadap kinerja pegawai Implementasi Sistem tidak akan sukses jika tidak dibarengi dengan perilaku individu (pegawai) yang mendukung implementasi sistem tersebut Jaworski dan Young (1998) dalam Waspodo (2013). Perceived enjoyment dan computer playfulness merupakan motivasi instrinsik dalam diri individu yang bersifat positif. Adanya sikap tersebut secara langsung akan mempengaruhi secara positif implementasi SIMDA terhadap kinerja pegawai daerah Kabupaten Lampung Timur SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Hasil penelitian ini mempertegas dan mendukung temuan Hirst (1981) yang menjelaskan bahwa teknologi informasi dapat digunakan oleh manajemen untuk proses perencanaan, koordinasi dan penilaian evaluasi yang nantinya dijadikan pedoman di masa mendatang. Penggunaan teknologi informasi dapat berdampak positif terhadap bawahan dan teknologi informasi baik sebagai penilaian prestasi seseorang. Hasil penelitian ini juga mempertegas terdapat pengaruh simultan yang signifikan antara Perceived enjoyment dan computer playfulness, implementasi SIMDA terhadap kinerja individual sehingga variabel yang diajukan sebagai variabel moderating memoderasi pengaruh implementasi SIMDA terhadap kinerja pegawai seperti yang dihipotesiskan. Saran
  1. Penelitian mendatang dapat mempertimbangkan sumber daya lainnya yang dimiliki oleh perusahaan yang dapat meningkatkan kinerja pegawai.
  2. Perlu dilakukan pengembangan instrument yaitu disesuaikan dengan kondisi dan lingkungan dari objek yang diteliti
DAFTAR PUSTAKA Abernethy, M. A., and Jan Bouwens, (2005), “ Determinants of accounting innovation”, ABACUS. Bambang Agus Pramuka, Dona Primasari, Widyahayu W.K., (2010), Pengaruh sistem informasi akuntansi terhadap kinerja manejerial dengan tiga variabel moderating, Jurnal JEB. Cavalluzzo, K. S., and C. D. Ittner, (2004), “Implementing Performance Measurement Innovations: Evidence From Government”, Accounting, Organizations and Society, Vol. 29, Nos 3–4. Davis, F.D, Bagozzi. R.P. & Warshaw. P.R., (1989), User acceptance of computer technology: a comparison of two theoretical models, ManagementScience, 35, 982-1003. Fisher, Aubrey, (1990), Teori-teori dan Komunikasi, Remaja Rosdakarya, Bandung. Hackbarth. Gary and Varun Grover. Mun Y. Yi., (2003), Computer playfulness and anxiety: positive and negativemediators of the system experience effect on perceived ease of use, Journal Information & Management. Hirst, M.K., (1981), “Accounting Information and the Evaluation of Subordinate Performance: A Situational Approach”, The Accounting Riview 56(4): 771-784. Honeman, C.T., (1997), “Introduction to managerial performance”, Prentice Hall. Igbaria, (1989), “ A path analytic study of individual characteristic, computer anxiety, and attitudes toward microcomputer”, Journal of Management, Vo.15. No. 3. Indriantoro, Nur., Bambang Supomo, (1999), “Metode Penelitian Bisnis Untuk Akuntansi Dan Manajemen”, Edisi Pertama, Penerbit BPFE-Yogyakarta. Yogyakarta Macintosh,N.B., (1994), “Management accounting and control system”, Jhon Willey and sons. Meirinto,Wahyu, (2011), “Kajian Online system Informasi BRI (BRINETS): pendekatan Technology Accpetance Model(TAM), Jurnal Akuntansi Multi Paradigma, Vol.2 No.1. Nunnaly, J. C. And I.H., Bernsten, (1994), Psycometric Theory, McGraw-Hill.3 th. Ed. Otley, D., (1995), “Management control, organization design and accounting information system”.UK: Prentice Hall. Ghozali, Imam, (2001), Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS, Badan Penerbit Universitas Diponegoro Semarang. Primasari, Dona, (2013), Pengaruh implementasi Sistem Informasi Keuangan Daerah dan Kinerja Pegawai: Kualitas informasi laporan keuangan sebagai variabel intervening, Jurnal Ekonomi dan Bisnis Optimum Vol. 3 No. 2. Riyanto, Bambang, (2001), Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan, Edisi Keempat, Cetakan Ketujuh, Yogyakarta: BPFE. Robbins, Stephen, (2003), “ Organizational Behavioral”, Prentice Hall, Inc. Sujono, dkk., (2014), Pengaruh implementasi sistem akuntansi keuangan daerah terhadap kinerja pegawai, Riset mandiri, tidak dipublikasikan. Venkatesh, V, & Morris M. G., (2000), Why Don’t Men Ever Stop to Ask for Direction? Gender, Social Influence and their Role in Technology Acceptance and Usage Behavior. MIS Quarterly, Vol. 24 No. 1, March. Venkantesh, V., dan Hillol Bala, (2008), Technology Acceptance Model 3 and research agenda intervention, Decision Science Vol. 39. Waspodo, Lego, (2013), “Pegaruh teknologi informasi terhadap kinerja individual: computer anxiety sebagai variabel moderating”, Konferensi Nasional Akuntansi dan Bisnis, Serang, Banten. Wahyundaru, Sri Dewi, (2001), Akuntansi Sektor Publik dalam Otonomi Daerah, Suara Merdeka, Edisi 21 Februari. Widiastuti, Budi, (2006), Pengaruh Beban Kerja Motivasi dan Kemampuan terhadap kinerja Pegawai Pada Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro, Semarang. Yunita, Dian, (2004), “Pemgaruh tingkat computer anxiety terhadap keahlian dosen akuntansi dalam menggunakan komputer”, Skripsi UNS Solo (Tidak Dipublikasikan). www.bpk.go.id, Diakses 25 Juli 2014 Zhang, Ping, Heshan Sun, (2006), An Empirical Study on Causal Relationships between Perceived Enjoyment and Perceived Ease. (((sumber : http://journal.umy.ac.id/index.php/mb/article/download/1101/1179)))  

ACES incar penjualan senilai Rp 2 triliun tahun ini

ACES incar penjualan senilai Rp 2 triliun tahun ini

JAKARTA. PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) berencana membuka enam gerai baru di sejumlah kota. Perluasan jaringan itu seiring dengan ambisi ACES meraih penjualan senilai Rp 2 triliun sepanjang tahun ini. "Adanya gerai baru diharap dapat meningkatkan penjualan hingga 10%," ujar Imelda. Dari enam gerai yang akan dibuka, empat berada di kawasan Jabodetabek. Dua gerai lainnya masing-masing akan dibuka di Manado, Sulawesi Utara, dan satu lagi di salah satu kota di Jawa Tengah. Emiten ritel itu menyiapkan investasi senilai Rp 4 juta per meter persegi untuk tiap gerai barunya. "Di kuartal I minimal sudah ada satu gerai baru yang beroperasi," kata Imelda Widjojo, Investor Relations ACES, Jumat (14/1). Target pembukaan gerai baru ACES di 2011 tidak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Sepanjang 2010, peritel khusus perkakas yang mengusung slogan The Helpful Place itu juga membuka enam gerai baru. Tiga dari enam gerai yang dibuka ACES tahun lalu berlokasi di Jakarta. Masing-masing berada di Bintaro, Grand Indonesia dan Gandaria City. Tiga gerai lainnya masing-masing berlokasi di Bogor, Bekasi dan Semarang. Dengan pembukaan enam gerai baru di tahun 2010, total toko ACES mencapai 45. Dari 17 departemen yang berada di Ace Hardware, yang menyumbang kontribusi penjualan terbesar adalah departemen peralatan rumah tangga atau houseware. "Porsinya berkisar 15%-16%," imbuh dia. Sekedar catatan, hingga akhir kuartal III tahun 2010, nilai penjualan ACES mencapai Rp 1,15 triliun. Angka itu mencerminkan pertumbuhan 20% year-on-year. ACES juga meningkatkan bisnis ritelnya dengan merambah ke toko mainan anak. Nama gerai mainan anak-anak ACES adalah Toys Kingdom. Hingga akhir 2010, ACES sudah mengoperasikan lima gerai Toys Kingdom di Jabodetabek serta Semarang.   Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/aces-incar-penjualan-senilai-rp-2-triliun-tahun-ini-1

ACES menggandakan omzet dengan gerai baru

ACES menggandakan omzet dengan gerai baru

JAKARTA. PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) memperluas jaring pemasarannya tahun ini dengan membuka enam gerai baru. Perincian lokasi gerai baru ACES adalah, empat di kawasan Jabodetabek serta masing-masing satu di Sulawesi Utara dan Jawa Tengah. Nilai investasi tiap gerai baru itu adalah Rp 4 juta per meter persegi. Peritel alat perkakas ini terbilang gencar berekspansi. Total gerai ACES hingga akhir tahun lalu adalah 45 gerai, bertambah 150% jika dibandingkan jumlah gerai di tahun 2006. Total luas gerai ACES per akhir 2010 130.000 meter persegi (m2), meningkat 152,42% daripada luas gerai di empat tahun lalu. BACA JUGA : ACES incar penjualan senilai Rp 2 triliun tahun ini Gerai baru membuka jalan ACES untuk menuai pendapatan lebih tinggi. "Pertumbuhan penjualan akan terbatas tanpa gerai baru," tutur Jansen Kustianto Sinarmas Sekuiritas, Senin (7/2). Dalam proyeksi Jansen memperkirakan, gerai baru memungkinkan ACES mencetak pertumbuhan penjualan 20% per tahun. Jika hanya mengandalkan gerai lama, pertumbuhan penjualan ACES tahun ini berkisar 10%-12%. Nico Omer Jonckheere, Vice President Research and Analyst Valbury Asia menambahkan, pengelola ACES sudah pas memilih lokasi gerai baru. Kawasan Jabodetabek, Sulawesi Utara dan Jawa Tengah cocok untuk peritel perkakas. "Lokasi-lokasi itu punya potensi pertumbuhan rumah baru atau renovasi yang tinggi," kata dia. Tanpa pesaing Bisnis ritel ACES juga mendapat angin segar dari pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan tahun ini berkisar 6,0%-6,5%. Jansen menilai pertumbuhan ekonomi akan menambah jumlah masyarakat yang berada di kelas ekonomi menengah-atas. Golongan masyarakat itu yang selama ini menjadi pasar ACES. Jansen menghitung, pendapatan ACES sepanjang tahun ini bisa mencapai Rp 2,2 triliun, meningkat 25% daripada estimasi pendapatan untuk tahun 2010. Proyeksi pendapatan ACES di tahun 2011 versi Nico adalah Rp 2 triliun, tumbuh 10% daripada estimasi untuk tahun 2010. Sekadar catatan, manajemen ACES juga menargetkan pendapatan tahun ini Rp 2 triliun. Jansen menghitung rasio harga berbanding laba alias price earning ratio (PER) ACES sudah 24 kali. Angka itu terbilang tinggi karena kebanyakan peritel memiliki PER berkisar 20 kali. Namun Jansen menilai ACES pantas masuk kategori premium karena pertumbuhan margin dan balance sheet yang sehat. "Sulit melakukan perbandingan karena ACES tidak memiliki kompetitor sejenis. Tiap bisnis ritel punya karakter unik," kata dia. Jansen memasang rekomendasi hold dengan target harga Rp 2.700 per saham. Sedang Nico menilai, valuasi yang sudah tinggi akan membatasi potensi kenaikan harga saham ACES. Ia pun menilai, ACES lebih cocok sebagai investasi jangka panjang. Nico merekomendasi hold dengan target harga Rp 2.600 per saham. Sedang Swati Chopra, Analis CLSA Asia Pacific Markets merekomendasikan outperformed dengan target harga Rp 3.100 per saham. Harga ACES, Senin (7/2), Rp 2.500 per saham, menguat 2,04% daripada harga penutupan Jumat (4/2).   sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/aces-menggandakan-omzet-dengan-gerai-baru-1

SisKA Menyajikan Laporan Keuangan dalam Hitungan Detik

SisKA Menyajikan Laporan Keuangan dalam Hitungan Detik

Anda mungkin sudah tahu, untuk mengetahui neraca dan rugi laba perusahaan dibutuhkan waktu 8 jam lebih bila menggunakan perangkat manual, dan 4 jam lebih dengan komputer. Namun lain halnya jika menggunakan program komputer Siska, hanya butuh 7 – 15 detik saja. Ini memungkinkan karena dengan SisKA semua serba otomatis. Sekali input penjualan, otomatis stok berkurang, otomatis piutang bertambah, otomatis jurnal penjualan tercatat, otomatis keluar neraca dan rugi laba.  “Mereka yang biasa lembur untuk membuat laporan keuangan tidak perlu lembur lagi. Ini tentu tidak hanya akan membuat efisiensi perusahaan meningkat. Lebih dari itu, SisKA membantu kebutuhan perusahaan akan suatu informasi yang akurat, cepat, dan tepat serta dapat dijamin kebenarannya untuk membantu pengambilan keputusan. Dengan SisKA semua informasi tersebut bisa tersedia setiap saat ketika dibutuhkan. Jadi, perusahaan dapat mengolah semua data yang ada dan menjadikan suatu informasi yang sangat bermanfaat,” papar Peter Hermanto pemilik SisKA. SisKA mempunyai banyak keunggulan dari program-program lain, di antaranya: Program menggunakan Bahasa Indonesia, sehingga mudah dimengerti dan mudah dipelajari. Bisa diakses dan dipakai secara bersamaan dengan banyak user dengan menggunakan jaringan komputer (Multi User/Client Server). Bisa membatasi otoritas Operator sehingga Operator hanya diijinkan untuk melakukan transaksi transaksi tertentu saja (Multi Level User). Tepat jika dimanfaatkan untuk perusahaan yang mempunyai beberapa gudang stok (Multi Gudang). Selain itu SisKA juga Multi Satuan Stok, Satuan dibagi menjadi tiga tingkatan, sehingga dapat lebih mudah dalam membaca informasi stok. Terintegrasi dengan Keuangan sehingga prosesnya langsung membentuk laporan keuangan, tanpa harus menjurnal ulang setiap transaksi. Laporan yang sudah jadi dapat ditransfer keMs.Excel, sehingga data dapat diolah lagi menjadi informasi yang lebih baik. SisKA juga dapat dimodifikasi sesuai dengan keinginan pemakai program, dan Teruji, karena dibangun dari ide berbagai perusahaan besar dan kecil, sehingga sangat cocok untuk distributor maupun retail. Namun perlu diingat, SisKA hanya akan menghasilkan output yg benar jika data-data yang ada di perusahaan, diinput dengan benar. Dengan berbagai keunggulan tersebut, SisKA sangat cocok untuk distributor atau retail: Sepatu, besi, asesoris, mainan, buku, spare part, handphone, elektronik, apotik, resto, bengkel, hotel dan lainnya. Selain itu, Anda juga tidak perlu khawatir akan mengalami kesulitan, karena SisKA juga menyediakan gratis installasi, training, dan juga menyediakan konsultan akuntansi. Bahkan, SisKA juga merupakan satu-satunya software yang memberi “Garansi Uang Kembali” jika SisKA tidak sesuai dengan yang diharapkan, garansi hanya berlaku 3 bulan, setelah bulan keempat tidak ada garansi uang kembali. Jadi, dapatkan sekarang juga di toko toko komputer terdekat.
SisKA Sistem Komputer Akuntansi Agus Budiawan, S.Kom agusb@kliksiska.com 087831061972 085640117757 085101308001
Sumber : https://simpang5.wordpress.com/2009/06/12/siska-menyajikan-laporan-keuangan-dalam-hitungan-detik/

Terima Kasih – Kata Sederhana Penuh Makna

Terima Kasih - Kata Sederhana Penuh Makna Terima Kasih - Kata Sederhana Penuh Makna Manusia adalah makhluk sosial, yang dalam berkehidupannya ia pasti membutuhkan bantuan dan bersinergi dengan orang lain dalam hal apapun dan dimanapun. Dunia ini akan terasa indah bila kita saling menghadirkan kebaikan satu sama lain dengan cara saling membantu dan saling bersinergi. Sehingga wujud kebaikan yang dilakukan orang satu dengan orang lainnya memunculkan ungkapan terima kasih atas kebaikan yang diberikan tersebut. Ungkapan yang sederhana penuh makna ini yang tidak terlepas dalam kehidupan kita sehari-hari. Ungkapan terima kasih merupakan kata sederhana yang menyimpan kekuatan dan penuh makna. Mengucapkan terima kasih berarti sebagai wujud syukur kita kepada Allah atas apa yang diberikan-Nya dan juga sebagai bentuk menghargai apa yang diberikan orang lain kepada kita. Namun, sudahkah hari ini kita berterima kasih kepada Allah dan orang-orang yang telah membantu dan memberikan sesuatu kepada diri kita?? Terima kasih yang kita ucapkan tidak hanya dikeluarkan pada saat kita diberi hadiah/bantuan berupa materi atau benda saja, tetapi saat ada orang yang selalu memberi kita semangat, nasehat, perhatian itu semua pun salah satu bentuk pemberian. Maka seharusnya kita juga mengucap terima kasih yang penuh ikhlas, karena dengan ucapan itu orang lain akan merasa dihargai karena telah memberikan kontribusi kepada diri kita. Menjawab ucapan terima kasih juga tidak kalah pentingnya dengan mengucapkan terima kasih. Dengan menjawab ucapan terimakasih dari seseorang, maka orang tersebut juga akan merasa lebih dihargai karena telah mendapatkan respon yang positif dari orang yang berterimakasih kepada kita. Filosofi Ungkapan Terima Kasih Ungkapan terima kasih ini sebenarnya memiliki arti yang begitu mendalam, karena mengajarkan sebuah pesan moral, penuh akan makna kehidupan yang sesungguhnya. Tidak sekedar mengajarkan sebuah kesopanan ataupun akhlakul karimah saja. Namun memiliki arti sebuah keseimbangan hidup. Dengan melihat arti kata terima kasih itu saja, sudah dapat kita ketahui makna di dalamnya. Kata terima kasih ini memang terdiri dari dua kata yaitu kata terima dan kata kasih. Kata terima yang berarti menerima atau dapat kita artikan juga dengan mendapat. Adapun kata kasih dapat kita artikan dengan berbagi atau memberi. Dari sedikit penjelasan arti kata terima kasih diatas, maka dapat disimpulkan bahwa dalam hidup kita diajarkan tidak hanya menerima saja, namun juga harus memberi. Ini sebagai bentuk ketidak sempurnaan kita sebagai makhluk Allah. Dimana dalam menjalani kehidupan ini kita masih membutuhkan orang lain. Karena sesungguhnya kesempurnaan hanyalah milik Nya. Sebuah pelajaran kehidupan yang penting dalam menjalani kehidupan ini, yang penuh dengan keseimbangan. Bahwa hidup yang sebenarnya tidak hanya menerima saja, namun kita juga harus memberi. Itulah simbol keseimbangan yang sebenarnya. Seperti halnya kehidupan ini dengan adanya siang dan malam, adanya kiri dan kanan. Dalam kehidupan kita diajarkan untuk tidak hanya menerima, namun juga harus berbagi terhadap sesama. Keberadaan kita akan menjadi lebih bermakna jika telah dapat memberikan manfaat untuk orang- orang di sekitar kita. Dalam berbagi pun kita tak perlu menunggu sampai diri kita menjadi seorang jutawan ataupun saudagar kaya. Ini lah point penting yang perlu kita garis bawahi dari ungkapan terima kasih. Ungkapan terima kasih di Jepang Ungkapan terimakasih dalam masyarakat Jepang bisa digolongkan dalam salah satu bentuk persalaman atau ‘aisatsu’. Sehingga pernah dijumpai sebuah kalimat “Atatakai kokoro wa aisatsu kara” yang berararti 'hati yang hangat bermula dari salam'. Ini mengandung arti bahwa hangat tidaknya seseorang dalam kehidupan ini berawal dari ada tidaknya niat seseorang itu untuk mengucapkan kata-kata salam. Hati yang hangat akan secara otomatis berpengaruh dengan sikapnya yang hangat, ramah senantiasa memberikan kedamaian pada setiap orang yang ada di sekitarnya. Sedangkan terimakasih merupakan bagian dari salam tersebut, sehingga oarang yang pandai mengungkapkan terimakasih sesuai dengan kondisi yang ada dapat dinilai sebagai orang yang sangat baik dalam menciptakan hubungan sosial dalam masyarakat. Pengungkapan rasa terimakasih melalui ucapan merupakan etika dasar dalam masyarakat Jepang. Terlihat jelas dengan praktek kesehariannya yang dapat kita amati bahwa mereka sangat bersungguh-sungguh dalam menyampaiakan rasa terimakasih kepada seseorang. Hal ini bisa nampak pada saat berterimakasih, mereka sering melakukan gerakan membungkukkan badan yang tidak hanya sekali namun berkali-kali. Budaya membungkukkan badan seperti ini disebut dengan budaya ojigi. Bagaimana pandangan Islam mengenai berterima kasih? Rasulullah mengajarkan kita untuk selalu berterima kasih kepada sesama yang telah membantu kita karena pada hakikatnya mengucapkan terimakasih atas kebaikan yang telah diberikan orang lain kepada kita adalah sama dengan mengucapkan syukur atas apa yang telah Allah berikan kepada kita. Rasulullah menjelaskan dalam sebuah hadis yang berbunyi"Barang siapa tidak berterima kasih kepada manusia, dia tidak berterima kasih kepada Allah" (HR. Ahmad, dishahihkan oleh Al-Albani) Islam juga menganjurkan ucapan terimakasih yang baik adalah ucapan terimakasih yang disertai dengan doa. Ucapan terimakasih yang disertai doa adalah dengan mengucapkan kata "jazaakallah khairan" (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan) sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah dalam hadistnya yang berbunyi "Barangsiapa diperlakukan baik oleh orang lain kemudian ia berkata kepadanya "jazaakallah khairan" (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka ia telah memujinya dengan setinggi-tingginya" (HR. Tirmidzi, Al Albani berkata: "shahih") Ucapan "Jazaakallah khairan" adalah jika yang kita mengucapkan terimakasih untuk laki-laki. Untuk perempuan maka kita ucapkan dengan "jazakillah khairan". Jadi huruf "kaf" dikasrah. Pada ikhwan (bentuk mudzakkar) huruf "kaf" difathah. Lalu bagaimana cara menjawabnya? Belum ada hadist yang menjelaskan tentang cara menjelaskannya. Namun beberapa ulama berpedapat kita dapat menjawabnya dengan ucapan "aamiin" atau "afwan". Wallaahu a'lam bish shawab. Jika kita belum bisa menghargai pertolongan atau bantuan dari orang lain dengan ungkapan yang mewah atau istimewa, mengucapkan terimakasih merupakan bentuk sederhana dan mudah dilakukan. Dan sudah merupakan sebuah ungkapan yang istimewa dan bermakna. Jadi sudah siapkah kita untuk menebar kebaikan dengan membiasakan untuk berterima kasih dan membalas ucapan terima kasih dari orang lain? sumber : http://chintiaharviantyputri-chintiatia.blogspot.co.id/2014/12/terima-kasih-kata-sederhana-penuh-makna.html

TERIMA KASIH dalam Berbagai Bahasa,Bahasa Asing,Bahasa Suku/Daerah

TERIMA KASIH dalam Berbagai Bahasa, TERIMA KASIH dalam Berbagai Bahasa,Bahasa Asing,Bahasa Suku/Daerah Bahasa Asing 1. Bahasa Inggris : Thank You, Thanks, Thank You Very Much 2. Bahasa Prancis : Merci, Merci beaucoup 3. Bahasa Jerman : Danke 4. Bahasa Spanyol : Gracias 5. Bahasa Jepang : Arigato, Arigato Gozaimasu, Arigato Gozaimashita 6. Bahasa Belanda : Dank Je 7. Bahasa Italia : Grazie 8. Bahasa Portugis : Obrigado 9. Bahasa Korea : Gamsa-hamnida 10. Bahasa Mandarin : Xie-xie 11. Bahasa Arab : Syukron 12. Bahasa Ibrani : Toda 13. Bahasa Afrika : Dankie, Baie Dankie 14. Bahasa Mesir Kuno : Dua Netjer en ek(ke cowo), Dua Netjer etj (ke cewe) 15. Bahasa Yunani : Sas efharisto, efcharisto 16. Bahasa India : Danyavad, Dhanyawaad, Shukriya 17. Bahasa Islandia : Takk, Takk fyrir 18. Bahasa Finlandia : Kiitos, Kiitoksia 19. Bahasa Wales : Diolch yn fawr 20. Bahasa Tagalog : Salamot 21. Bahasa Thai : Khwap khun, khwap khun khrap 22. Bahasa Tibet : Tujechhe 23. Bahasa Scotlandia : Thank ye, Thenk Ye 24. Bahasa Sansekerta : Anugurihiitusomi 25. Bahasa Rumania : Multumesc 26. Bahasa Mandarin : Xie-xie Ucapan Terimakasih Dalam Berbagai Bahasa Afrikaans (Africa) - Dankie Arabic - Sukran Arabic - Shukran Gazillan (Thank you very much) Armenian - shur-nur-ah-gah-lem Australian - Thoinks, Moite! Bengali - Dhannyabad Bulgarian - Blagodaria Bosnia - Hvala tonese - M'goy (sp? -- thank you for the service) Cantonese - Do jey (sp? -- thank you for the gift) Chinese (Mandarin) - Xie_Xie (shieh shieh) Cook Islander - Kia Manuia Croatia - Hvala Czech - Djenkuie (deh'-ku-yih) Danish - tak (tahg) Dutch - dank (dahnk) Estonia - Aitåh Fijian - Vinaka Finnish - kiitos (kee'-toas) French - merci (mehr-see') French - Merci Madame - Thanks (to a woman) French - Merci Mademoiselle - Thanks (to a young girl) French - Merci Monsieur - Thanks (to a man) Gambia (Mandinka) - Abarka German - Danke (dahn'-kuh) German - Danke schoen (literally: nicely thank you, outdated) German - Danke sehr (Thank you very much) German -Vielen Dank (Many Thanks) Greek - Efharisto (ef-har-ris-tou') Greek - Efkaristo poly Guarani - Aguije (ah-we-JAY) native indian language of Paraguay and Western Brazil Guinea (Mandinka) - Abarka Gujarathi (India) - Aabar Hawaiian - Mahalo Hebrew - Toda (toh-dah') Hebrew - Toda raba (thank you very much) Hindi (India National Language) - Dhan-ya-vaad Hindi - Syukriya Hungarian - Köszönöm (kuh'-suh-nuhm) Indonesian - Terima kasih (teh-ri-mah kah-sih) Indonesian - Terima Kasih Banyak (Both pronounced bunyuk - Thank you very much) Italian - Grazie (grahts'-yeh) Italian - Grazie tanto (many thanks - cordial version) Italian - Mille Grazie (a thousand thanks) Japanese - Arigato (ah-ree-gah'-toh) or A_Lea_Ga_Tou_Go_Zai_Ma_Su Japanese - Domo arrigato Javanese - Matur nuwun Jive - Thanks mon - Appropriate only if directed to a male Kannada (India) - Dhan-ya-vaadaa (spoken in S India, in Bangalore, the Silicon Valley of India.) Korean - Kamsa hamaida (kam'-sah hum-nee-dah' ) Latvian - Paldis Lithuanian - Achu Luganda (Uganda) - Waybale (Thank you) Luganda (Uganda) - Waybale Nyo (Thank you very much) Macedonia - Hvala Malayalam (South Indian Language) - Nandi Malayalam (India) - Nani Malaysian - Terima Kasih ("Tay ree ma Kaa seh") Mali (Mandinka) - Abarka Mandinka - Abarka (language of West Africa; The Gambia, Senegal, Guinea and Mali) Maori - Kia Manuia New Zealand - Cheers - LOL New Zealand - Kiaora Koe New Zealand - Kiaora Korua New Zealand - Kiaora Koto New Zealand - Kiaora Tatou New Zealand - Maori Norwegian - Takk (tahkk) Oman - Shakkran Palauan - soolong (Republic of Palau) Paraguay (Guarani) - Aguije (ah-we-JAY) Persian/Farsi - Mam'noon or Mo'teshake'ram (Spoken in Iran, Afghanistan and other Central Asian countries) Philippines Tagalog - Salamat Philippines - Maraming Salamat (thank you very much) Polish - Dziekuje (dsyehn-koo-yeh) Portuguese - Obrigada (Female) Portuguese - Obrigado (Male) (oh-bree-gah'-doh) Portuguese - Muito Obrigado (Thank you very much) Portuguese - Muito Obrigado com Voce (have my personal thanks) Punjabi [ Pakistan and India] - Bhala Hove Qatar - Shakkran Romanian - Multumesc (phonetic: mooltzoomeask) Romanian - Va multumim frumos (great thanks) Russian - Spasiba (spah-see'-boh) Russian - Blagodaryu (a little official) Russian - Premnogo blagodaren (my greater thanks - words said to bosses by workers) Russian - Spasibo balshoye (big thanks) Samoan - Fa'afetai (fah-ah-feh-ta-e - thank you) Samoan - Fa'afetai tele lava (Thank you very much) Samoan - Talofa Saulteaux Indians (Manitoba, Canada) - Miigwech (meegweech) -- there are similar Spellings in other native languages such as Cree, etc. Senegal (Mandinka) - Abarka Serbo - Croat -Hvala South Africa - Dankie South Africa - Baie Dankie (thanks very much) Spanish - Gracias (grah'-syas) Spanish - Gracias a todos (Thank you all) Sundanese - Nuhun Sunda - Hatur Nuhun Swahili - Ahsante (ah-sahn'-teh) Swahili - Ahsante Sana (Thank you very much) Swedish - Tack (tahkk) Swedish - Tack så mycket Tahitian - Maururu Tamil (India) - Nandri ("Nun-dry" spoken in South India, Singapore, Malaysia) Telungu (South Indian Language)- Manjuthe Thai - Kah khun (women) Thai - Kap khun (men) Thai - Kap Khun Krap (thank you very much) Thai - Khap kun kop (more formal and polite) Tibetan - Thuk Ji Chhe Turkish - Tesekkurler ( teh-sheh-keur eh-deh-rim) Turkish - Çok tesekkur ederim (big thanks) Turkish - Sa&Mac221;ol (thank you) Turkish - Sa&Mac221;olun (thank you - "saol") Turkish - Tesekkurler (thanks - "teshekkyurler") U.S. & Canada - Thank You United States (South) - Thanks y'all Ukranian - Dyakuyu Urudu (India) - Shukria Urdu (Pakistan) - Shukria Urdu [Pakistan, India and Bangladesh] - Maherbani Vietnamese - Kam ouen Xhosa (Africa) - Nkosi Yemen - Shakkran Yoruba - Modupe Yugoslavia - Hvala Zulu – Ngiyabonga Bahasa Daerah · Bahasa Jawa : Matur Nuwun · Bahasa Sunda : hatur nuhun, hatur nuhun pisan · Bahasa Jambi : Terimo kasih (beda “a” sama “o” aja) · Bahasa Bali : Matur sukseme · Bahasa Migani (Papua) : Amanai · Bahasa Batak : muliate · Bahasa Sasak : tampiaseh · Bahasa Minang : Tarimo kasi · Bahasa Toraja : kurrusumanga’ · Bahasa Nias : sauweghele · Bahasa Banjar : Tarima Kasih · Bahasa Madura : sakalangkong · Bahasa Kutai : makaseh · Bahasa Manado : makase · Bahasa Aceh : Teurimong Gaseh beh · bahasa Timor dan Timor Leste: Obrigado Barak · Bahasa Maumere : Epanggawang sumber : https://sites.google.com/site/bahasaasingdion/poll

Seminar “5 Powerful Techniques to HANDLE COMPLAINTS & THE ART OF INFLUENCE”

Seminar “5 Powerful Techniques to HANDLE COMPLAINTS & THE ART OF INFLUENCE" Hallo Everyone, Setiap org Sales, apapun Produknya HARUS SIAP & MAMPU utk Menangani Keluhan & Komplain dari Pelanggan. karena apabila Komplain Pelanggan dpt tertangani dgn baik & Mengesankan PASTI Konsumen akn datang, BELI & BELI LAGI Closing the Orang Sales juga HARUS menimbulkan Kesan yg POSITIF, Disukai & Direspeki di Pertemuan Pertama dgn Calon Pelanggannya. utk MEMUDAHKAN & MEMPERCEPAT Closing the Salesnya Dapatkan Materi2 Praktis utk mengatasi permasalahan diatas, dgn mengikuti Seminar “5 Powerful Techniques to HANDLE COMPLAINTS & THE ART OF INFLUENCE" Bersama Pembicara - Pembicara yg LUAR BIASA: 1.James Gwee T.H., MBA Indonesia’s Favorite Trainer & Seminar Speaker 2.Louis Sastrayijaya 3.Herman Josep Soewono Praktisi Penjualan >15 thn Director & Sales Trainer of PRO-M Rabu,  12 oktober 2016 Pkl 08.30 - 17.00 Hotel MG Setos Lt.  17 Jl. Inspeksi Gajah Mada Smg Investasi: 1. Platinum Seat : Rp.  795.000 2. Gold Seat : - daftar 1-3 org       =@ Rp.  585.000 - daftar 4-8 org       =@ Rp.  450.000 - daftar 9-14 org     = @Rp.  375.000 - daftar min 15 org =@ Rp.  300.000 Transfer ke Rek. Komisi Jateng No Rek. BCA 462.05.2222.3 an Martini Info Hub. Titien 081 3333 7777 3 Komunitas sales Indonesia ( Komisi ) Jateng & PROfessional Marketing ( Pro M )

Dibutuhkan Join Partner untuk Cabang SisKA di Seluruh Indonesia

Dibutuhkan Join Partner untuk Cabang SisKA di Seluruh Indonesia

Dibutuhkan Join Partner untuk Cabang SisKA di Seluruh Indonesia Sistem komputer Akuntasi atau biasa disebut SisKA telah banyak digunakan diberbagai perusahaan, baik perusahaan kecil maupun besar. Jika Anda tertarik untuk jadi join partner SisKA, syaratnya cukup mudah. Yaitu: Mempunyai sebuah kantor atau sebuah garasi untuk dijadikan kantor, mempunyai telepon lokal atau HP, mempunyai sebuah laptop, mempunyai kemampuan marketing, dan mempunyai kemampuan managerial. Jika tertarik Anda bisa langsung menghubungi kantor SisKA bisa lewat telepon ataupun email. Beberapa lokasi yang diutamakan di antaranya Bandung, Yogyakarta, Solo, Cirebon, Malang, Surabaya, Jakarta, Bogor, Bekasi, Pekalongan, Tegal, Malang, dan Denpasar. Anda tentu tidak harus berasal dari daerah tersebut. Asal memenuhi syarat seperti di atas, Anda bisa membuka cabang di beberapa kota tersebut. Sekilas Tentang SisKA Rekan bisnis menurut Robert T Kiyosaki dan Tung Desem Waringin, kita harus melek financial, salah satunya adalah mengerti akuntansi dan sistem managemen. Apakah Anda mengetahui akuntansi perusahaan Anda sendiri? Tidak tahu keuntungan perusahaan Anda secara pasti? Susah membuat akuntansi perusahaan Anda? Apakah sebuah toko harus Anda tunggui setiap hari? Jangan biarkan ini terjadi, sekalipun perusahaan Anda sebuah toko retail, apalagi perusahaan besar. Gunakan sistem komputer SisKA, sebuah program akuntansi yang dapat membantu Anda dalam membuat laporan keuangan dan membantu menjaga asset Anda. Mulai dari stock, hutang piutang, kas bank, penyusutan, sampai neraca rugi laba. Dengan SisKA, semua serba otomatis. Sekali input penjualan, otomatis stok berkurang, otomatis piutang bertambah, otomatis jurnal penjualan tercatat, dan otomatis kerluar neraca rugi laba. “Mereka yang biasa lembur untuk membuat laporan keuangan tidak perlu lembur lagi. Ini tentu tidak hanya akan membuat efisiensi perusahaan meningkat. Lebih dari itu, SisKA membantu kebutuhan perusahaan akan suatu informasi yang akurat, cepat, dan tepat serta dapat dijamin kebenarannya untuk membantu pengambilan keputusan. Dengan SisKA semua informasi tersebut bisa tersedia setiap saat ketika dibutuhkan. Jadi, perusahaan dapat mengolah semua data yang ada dan menjadikan suatu informasi yang sangat bermanfaat,” papar Peter Hermanto pemilik SisKA. Dengan berbagai keunggulan tersebut, SisKA sangat cocok untuk distributor atau retail: Sepatu, besi, asesoris, mainan, buku, spare part, handphone, elektronik, apotik, resto, bengkel, hotel dan lainnya. Selain itu, Anda juga tidak perlu khawatir akan mengalami kesulitan, karena SisKA juga menyediakan gratis installasi, training, dan juga menyediakan konsultan akuntansi. Bahkan, SisKA juga merupakan satu-satunya yang mampu memodifikasi software sesuai dengan kebutuhan langsung di lokasi dan satu-satunya yg mampu memberikan garansi maintenance seumur hidup
Agus Budiawan, S.Kom agusb@kliksiska.com 087831061972 085640117757 085101308001
Sumber : https://simpang5.wordpress.com/2009/06/15/dicari-join-partner-untuk-cabang-siska-di-seluruh-indonesia/

Penyusutan Aset Tetap / Depreciation

Penyusutan Aset Tetap / Depreciation

Penyusutan Aktiva Tetap

Penyusutan - Setelah Aset Tetap diperoleh, maka aset tetap tersebut akan digunakan oleh perusahaan untuk kegiatan operasional dan produksinya. dalam fase ini, perlakuan akuntansi atas aset tetap perusahaan ada beberapa perlakuan, salah satu perlakuan akuntansi Aset Tetap adalah Penyusutan Aset Tetap, selain perlakuan yang lainnya seperti expenditure dan revaluasi aset tetap yang akan saya bahas juga nantinya.
Penyusutan Aktiva Tetap (Depreciation) merupakan konsekuensi dari penggunaan aktiva tetap dimana aktiva tetap akan mengalami penurunan fungsi.
Standar Akuntansi Keuangan menyatakan penyusutan atau depresiasi aset tetap merupakan jumlah yang bisa disusutkan dialokasikan ke setiap periode akuntansi selama massa manfaat aset tetap menggunakan berbagai metode penyusutan yang sistematis. Apapun metode penyusutan yang digunakan, diperlukan konsistensi dalam aplikasinya, tidak berubah ubah, tanpa memandang pertimbangan pajak ataupun tingkat keuntungan perusahaan supaya bisa memberikan daya banding hasil operasional entitas dari beberapa periode.
Dalam bahasa sederhana, penyusutan aset tetap ialah biaya perolehan Aset Tetap yang dialokasikan kepada Biaya Operasional akibat penggunaan aset tetap. atau dengan kata lain biaya yang dibebankan kedalam harga pokok produksi sebagai akibat dari penggunaan aset tetap dalam proses produksi serta operasional entitas secara umum.
Contoh Jurnal Atas Penyusutan Aset Tetap sebagai berikut: Bentuk Jurnalnya :
Debit | Penyusutan Rp xxx
Kredit | Akumulasi Penyusutan Rp xxx
Biasanya dicatat saat tutup buku, besarnya nilai penyusutan tergantung dari beberapa faktor dan Ini dia beberapa faktor yang dapat mempengaruhi besarnya penyusutan.

Faktor Faktor Penyusutan Aktiva Tetap

  • Harga Perolehan [Acquisition Cost]
Faktor yang sangat berpengaruh atas besaran biaya penyusutan adalah harga perolehan atau acquisition cost, saya sudah memposting artikelnya untuk lebih jelasnya silahkan baca: Perolehan Aktiva Tetap
  • Nilai Residu atau Nilai Sisa Aset [Salvage Value]
Nilai Sisa Aset adalah prediksi atau taksiran potensi arus kas masuk bila aset tersebut dijual pada saat penarikan atau penghentian aset. Salvage Value tidak harus/selalu ada, misalnya pada masa penarikannya asetnya tidak bisa dijual atau tidak laku untuk dijual. hanya jadi limbah saja
  • Umur Ekonomis Aset Tetap (Economical Life Time)
Dalam penentuan beban penyusutan, yang dijadikan bahan perhitungan adalah umur fungsional yang biasa dikenal dengan umur ekonomis. Biasanya aset tetap memiliki Dua jenis umur:
  1. Umur fisik Aset Tetap, berhubungan dengan kondisi fisik suatu aset tetap. Suatu aset memiliki umur fisik jika secara fisik aset tetap masih baik kondisinya meskipun mengalami penurunan fungsi.
  2. Umur Fungsional Aset Tetap, berhubungan dengan kontribusi aset tetap tersebut dalam penggunaanya. Aset Tetap masih mempunyai umur fungsional jika aset tetap tersebut masih memberikan manfaat atau kontribusi dalam operasional produksi perusahaan meskipun secara fisik suatu aset tersebut sudah tidak baik Dan atau bahkan jika suatu fisik aset perusahaan masih dikatakan baik, tapi karena tidak berkontribusi bagi perusahaan, maka aset belum tentu memiliki umur fungsional.

Metode Metode Penyusutan Aset Tetap  (Depreciation Method)

  • Metode penyusutan yang berdasarkan waktu yaitu metode garis lurus, metode pembebanan yang menurun yang terdiri dari metode jumlah angka tahun dan metode saldo menurun atau metode saldo menurun berganda.
  • Metode penyusutan berdasarkan penggunaan yaitu metode jam jasa dan metode jumlah unit produksi.
  • Metode penyusutan yang berdasarkan kriteria lainnya yaitu metode berdasarkan jenis kelompok, metode analisis, metode sistem persediaan.
Namun, kebanyakan di Indonesia hanya ada beberapa metode saja yang sering digunakan dalam praktenya, berikut adalah 2 metode penyusutan yang paling sering diaplikasikan karena mudah dan juga relevan dengan perlakuan akuntansi.
Metode Garis Lurus [ Straight Line Method ]
Metode ini menganggap aset tetap akan mengalirkan manfaat yang merata disepanjang penggunaannya, sehingga aset tetap dianggap akan mengalami tingkat penurunan fungsi yang sama besar disetiap periode penggunaan hingga aset tetap tidak dapat digunakan lagi.
Metode ini adalah salah satu metode yang termasuk paling banyak diaplikasikan oleh perusahaan perusahaan di indonesia. Untuk penerapan “Matching Cost Principle”, metode penyusutan garis lurus digunakan untuk menyusutkan aset tetap yang fungsinya tak terpengaruh oleh besarnya volume output yang dihasilkannya, semisal bangunan, peralatan kantor dll
Metode Saldo Menurun [ Declining Balance Method ]
Dalam Metode saldo menurun ini, aset tetap tetap diasumsikan memberikan manfaat terbesarnya pada periode awal masa penggunaan, dan akan mengalami penurunan fungsi yang makin besar di periode-periode berikutnya seiring umur ekonomis aset tetap yang berkurang. jadi semakin lama penggunaan aset tetap maka kontribusinya akan menurun dalam operasional perusahaan. Metode saldo menurun ini cocok diaplikasikan pada aset tetap dimana tingkat ke-aus-annya bergantung dari volume output yang dihasilkan, contohnya mesin produksi.
Untuk contoh soal perhitungan dan penjelasan detail lainnya juga metode metode penyusutan yang lain silahkan baca lanjutan artikel ini di link dibawah ini :
Sumber : http://nichonotes.blogspot.co.id/2014/11/penyusutan-aset-tetap.html