ACES menggandakan omzet dengan gerai baru

ACES menggandakan omzet dengan gerai baru

ACES menggandakan omzet dengan gerai baru

JAKARTA. PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) memperluas jaring pemasarannya tahun ini dengan membuka enam gerai baru. Perincian lokasi gerai baru ACES adalah, empat di kawasan Jabodetabek serta masing-masing satu di Sulawesi Utara dan Jawa Tengah. Nilai investasi tiap gerai baru itu adalah Rp 4 juta per meter persegi. Peritel alat perkakas ini terbilang gencar berekspansi. Total gerai ACES hingga akhir tahun lalu adalah 45 gerai, bertambah 150% jika dibandingkan jumlah gerai di tahun 2006. Total luas gerai ACES per akhir 2010 130.000 meter persegi (m2), meningkat 152,42% daripada luas gerai di empat tahun lalu. BACA JUGA : ACES incar penjualan senilai Rp 2 triliun tahun ini Gerai baru membuka jalan ACES untuk menuai pendapatan lebih tinggi. "Pertumbuhan penjualan akan terbatas tanpa gerai baru," tutur Jansen Kustianto Sinarmas Sekuiritas, Senin (7/2). Dalam proyeksi Jansen memperkirakan, gerai baru memungkinkan ACES mencetak pertumbuhan penjualan 20% per tahun. Jika hanya mengandalkan gerai lama, pertumbuhan penjualan ACES tahun ini berkisar 10%-12%. Nico Omer Jonckheere, Vice President Research and Analyst Valbury Asia menambahkan, pengelola ACES sudah pas memilih lokasi gerai baru. Kawasan Jabodetabek, Sulawesi Utara dan Jawa Tengah cocok untuk peritel perkakas. "Lokasi-lokasi itu punya potensi pertumbuhan rumah baru atau renovasi yang tinggi," kata dia. Tanpa pesaing Bisnis ritel ACES juga mendapat angin segar dari pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan tahun ini berkisar 6,0%-6,5%. Jansen menilai pertumbuhan ekonomi akan menambah jumlah masyarakat yang berada di kelas ekonomi menengah-atas. Golongan masyarakat itu yang selama ini menjadi pasar ACES. Jansen menghitung, pendapatan ACES sepanjang tahun ini bisa mencapai Rp 2,2 triliun, meningkat 25% daripada estimasi pendapatan untuk tahun 2010. Proyeksi pendapatan ACES di tahun 2011 versi Nico adalah Rp 2 triliun, tumbuh 10% daripada estimasi untuk tahun 2010. Sekadar catatan, manajemen ACES juga menargetkan pendapatan tahun ini Rp 2 triliun. Jansen menghitung rasio harga berbanding laba alias price earning ratio (PER) ACES sudah 24 kali. Angka itu terbilang tinggi karena kebanyakan peritel memiliki PER berkisar 20 kali. Namun Jansen menilai ACES pantas masuk kategori premium karena pertumbuhan margin dan balance sheet yang sehat. "Sulit melakukan perbandingan karena ACES tidak memiliki kompetitor sejenis. Tiap bisnis ritel punya karakter unik," kata dia. Jansen memasang rekomendasi hold dengan target harga Rp 2.700 per saham. Sedang Nico menilai, valuasi yang sudah tinggi akan membatasi potensi kenaikan harga saham ACES. Ia pun menilai, ACES lebih cocok sebagai investasi jangka panjang. Nico merekomendasi hold dengan target harga Rp 2.600 per saham. Sedang Swati Chopra, Analis CLSA Asia Pacific Markets merekomendasikan outperformed dengan target harga Rp 3.100 per saham. Harga ACES, Senin (7/2), Rp 2.500 per saham, menguat 2,04% daripada harga penutupan Jumat (4/2).   sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/aces-menggandakan-omzet-dengan-gerai-baru-1